-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LSM PENJARA Soroti Bobroknya Infrastruktur Bekasi: 70% PJU Jalur Utama Mati, Dishub Dinilai Abai Keselamatan Publik

Jumat, 05 Juni 2026 | Juni 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-05T10:05:56Z
LSM PENJARA Soroti Bobroknya Infrastruktur Bekasi: 70% PJU Jalur Utama Mati, Dishub Dinilai Abai Keselamatan Publik


BEKASI – Sidak Informasi.Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM PENJARA) melayangkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi. Kritik ini dipicu oleh terbengkalainya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah jalur utama yang kondisinya mati total hingga mencapai 70 persen.

Salah satu titik terparah berada di jalur komuter utama yang menghubungkan Kecamatan Serang Baru dan Kecamatan Cikarang Pusat. Berdasarkan pantauan lapangan, ketiadaan lampu jalan yang berfungsi optimal melintasi sepanjang Jalan Raya Pasir Kupang (Desa Nagasari) hingga Jalan Tembong Gunung (Desa Cimahi). Minimnya fasilitas ini membuat kawasan penyangga ibu kota tersebut gelap gulita saat malam hari.

Ketua LSM PENJARA, Kabupaten Bekasi Ujang Yana, menyayangkan sikap pasif dan lambatnya respons instansi terkait dalam melakukan pemeliharaan infrastruktur krusial tersebut. Menurutnya, pembiaran ini merefleksikan tidak adanya agenda perawatan berkala yang konkret dari dinas terkait.

"Jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan akses mobilitas utama antardesa. Sangat gelap kalau malam dan membahayakan pengendara. Kami menilai dinas terkait terkesan menutup mata. Jangan menunggu ada korban begal atau kecelakaan fatal baru mereka sibuk bergerak," tegas Ujang Yana yang juga rutin melintasi jalur tersebut.

Ujang menambahkan, selain memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas, koridor jalan yang gelap ini kini bertransformasi menjadi titik rawan aksi kriminalitas jalanan, termasuk pembegalan. Ketiadaan mitigasi risiko dari pemerintah daerah dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik.

Saat ini desakan publik terus menguat agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera melakukan intervensi darurat. Warga menuntut aksi nyata berupa peremajaan total dan penambahan unit PJU di sepanjang rute rawan tersebut sebelum kelalaian tata kelola infrastruktur ini memakan korban jiwa.(Rnt)
×
Berita Terbaru Update