Viral 'Hujan Kapur' di KBB: DLH Selidiki Dugaan Pelanggaran PT Batu Wangi
BANDUNG BARAT – Sidak Informasi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan lapisan putih misterius yang menyelimuti pemukiman di Kampung Pamucatan, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, merupakan polusi industri. Fenomena yang sempat viral di media sosial dan disebut warga sebagai "hujan kapur" tersebut murni berasal dari aktivitas pengolahan batu kapur di kawasan sekitar, bukan fenomena alam (30/6).
DLH Panggil Manajemen Pabrik
Kepala DLH KBB, Ibrahim Adjie, menyatakan pihaknya bergerak cepat setelah video pemukiman yang memutih tersebut viral. Tim Pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan verifikasi.
Sebagai langkah tegas, DLH menjadwalkan pemanggilan manajemen PT Batu Wangi Putra Sejahtera guna dimintai klarifikasi.
"Tim PPLH sudah melakukan verifikasi lapangan. Hari ini kami memanggil salah satu perusahaan untuk dimintai keterangan sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan," ujar Ibrahim.
Diduga Tak Miliki Alat Penghisap Debu
Meski investigasi akhir masih menunggu uji laboratorium dan pemeriksaan administrasi, temuan awal di lapangan mengindikasikan adanya pelanggaran. DLH menemukan indikasi kuat bahwa perusahaan tersebut tidak mengoperasikan suction system atau alat penghisap debu industri yang memadai.
Ketiadaan fasilitas pengontrol polusi ini menyebabkan partikel debu kapur beterbangan bebas, mencemari pemukiman warga, dan menurunkan kualitas udara secara drastis. Ibrahim menegaskan, sanksi berat menanti jika perusahaan terbukti melanggar aturan lingkungan hidup.
"Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, DLH membuka peluang menjatuhkan sanksi tegas kepada perusahaan," lanjutnya.
Keluhan dan Harapan Warga
Bagi warga setempat, kondisi lingkungan yang memutih layaknya tertutup salju ini sebenarnya bukan hal baru. Hidayat (42), warga Kampung Pamucatan, mengungkapkan bahwa polusi kian memburuk saat memasuki musim kemarau karena debu lebih mudah terbawa angin.
Meski kesehatan warga terancam, Hidayat tidak menuntut penutupan total operasional pabrik karena menyadari pentingnya sektor tersebut bagi ekonomi lokal. Namun, ia mendesak ketegasan dari pemerintah daerah.
"Seharusnya pemerintah memperketat pengawasan industri batu kapur agar tidak merugikan masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan warga di wilayah tersebut," pungkas Hidayat.
(Cepy Abdul Fatah)
Editor: Rnt