Warga Kutamekar Bogor Tolak Titik As Bendungan Cibeet, Desak Pemprov Jabar Pindahkan Lokasi
BOGOR,SIDAK INFORMASI – Warga Kampung Leuwimanjing, Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor secara tegas menolak penetapan titik As Bendungan Cibeet di wilayah mereka.minggu (2/8)
Warga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi, untuk segera memindahkan titik as proyek nasional tersebut guna menyelamatkan kompleks makam keramat (makom karoma) dan hutan larangan (leuweung tutupan) dari ancaman penenggelaman.
Aspirasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Kutamekar, Uteng, membenarkan adanya gejolak di masyarakat dan menyatakan dukungannya terhadap gerakan konservasi warganya. Menurut Uteng, pemindahan titik as bendungan sangat mendesak dilakukan untuk mencegah konflik sosial antara masyarakat dan pelaksana proyek, serta menghindari kerusakan lingkungan yang lebih parah di masa depan.
"Harapan Abah dan seluruh warga, situs-situs di Kampung Leuwimanjing ini tetap langgeng, abadi, dan terjaga kelestariannya. Kami ingin situs ini diraksa (dijaga), dilindungi, dan dikembangkan, bukan ditenggelamkan," ujar Soekarman (Abah Karman), sesepuh sekaligus penunggu makam Kampung Leuwimanjing.
Melalui doa yang dipanjatkan, Abah Karman berharap Gubernur Jawa Barat bersedia meninjau langsung lokasi demi menjaga keselamatan dan berkah bagi masyarakat.
Berdasarkan data masyarakat adat, kawasan zona terdampak proyek ini memiliki nilai historis dan ekologis yang tak ternilai harganya. Kawasan hijau leuweung tutupan berfungsi krusial sebagai penyangga mata air, pencegah longsor, dan penopang ketahanan pangan warga.
Selain itu, terdapat sejumlah situs sakral yang terancam tenggelam, antara lain Sumur Pusar Bumi (Sumur Karoma), Guha Karoma, serta sepuluh makam leluhur termasuk Makam Ibu Emar, Ibu Mur, Eyang Muhammad Jarman, Eyang Warga Naya, Eyang Prabu Purbajati Alam Kusumah,Eyang Cakra Buana, Eyang Langlang Buana, Eyang Ibu Ratu Laila Sari Nur Sajati, Eyang Raden Jaya Sumpena, Raden Abdul Akbar Widjaya, dan yang lainnya.
(Jajang Nurjaman )
Editor.Rnt