Idul Adha 2026: Masjid Asaa Indonesia Gandeng Swasta Distribusikan Daging Kurban hingga TPST Bantargebang
BEKASI — Sidak Informasi,Masjid Asaa Indonesia mengukuhkan perannya sebagai motor penggerak kesejahteraan umat melalui program sosial keagamaan yang inklusif pada Hari Raya Idul Adha 1447 H. Tahun ini, pengelola masjid berhasil menyalurkan hewan kurban ke sejumlah wilayah marginal, termasuk kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Pimpinan Masjid Asaa Indonesia, Ustadz Akhirul Soleh, menyatakan bahwa ibadah kurban kali ini menjadi bukti nyata sinergi lintas komunitas yang mengedepankan prinsip gotong-royong tanpa batas. Dalam pelaksanaannya, Masjid Asaa Indonesia memotong dan mendistribusikan dua ekor sapi dan dua ekor kambing.
"Esensi dari Idul Adha adalah pengorbanan dan berbagi. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa hewan kurban benar-benar tersampaikan kepada mereka yang paling berhak. Inilah wujud nyata dari sentuhan sosial-agamis yang inklusif," ujar Akhirul di Bekasi, Sabtu (30/5/2026).
Program kurban ini terwujud berkat kolaborasi erat antara jemaah masjid dan mitra strategis korporasi, PT CG Link.
Sentuh Warga Marginal di Bantargebang
Dampak dari program "Masjid Berdaya" ini tidak hanya menyasar masyarakat Jatimulya di sekitar masjid, tetapi juga menjangkau warga yang tinggal di kawasan TPST Bantargebang. Bagi warga Bantargebang, distribusi daging kurban ini menjadi momen langka yang sangat disyukuri.
"Kami sangat bahagia. Selama beberapa kali Lebaran, kami belum bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Hari ini, berkat Masjid Asaa Indonesia, kebahagiaan itu jadi milik kami juga," ungkap salah satu warga penerima manfaat.
Gotong Royong Lintas Komunitas
Proses pemotongan hingga distribusi hewan kurban berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga waktu Asar dengan aman dan kondusif. Ketua Yayasan Masjid Asaa Indonesia, Singgih Andika, mengapresiasi keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat dalam agenda ini.
Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain Tim Jagal Profesional pimpinan Ustadz Abdul Fatah, Komunitas Panahan One-Shaft Archery, serta Relawan IRMA SMAN 6 Tambun Selatan. Selain itu, operasional juga didukung oleh Aliya Roti, Tim Sijum (Sedekah Jumat) Rawalumbu, dan Relawan GESIT melalui program "Sedekah Daging".
Visi Pusat Peradaban Islam
Di sisi lain, Pembina Masjid Asaa Indonesia, Teguh Sarwono, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari visi besar jangka panjang untuk membangun kemandirian ekonomi dan sosial masjid.
"Kami bercita-cita agar Masjid Asaa Indonesia segera memiliki bangunan fisik yang kokoh, sehingga mampu menjadi pusat peradaban yang bermanfaat luas serta memberikan pelayanan terbaik dan ternyaman bagi umat Islam," tutur Teguh.
Melalui kesuksesan agenda kurban tahun ini, Masjid Asaa Indonesia mengirimkan pesan kuat bahwa masjid yang berdaya mampu menjadi oase yang menyejahterakan masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial.(Rnt)