Lahan Menyusut Imbas Okupasi, LSM Penjara Desak Pemprov Jabar Revitalisasi Situ Bihbul
BEKASI –Sidak Informasi ,Kawasan cagar air Situ Bihbul yang membentang di tiga desa dan dua kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dinilai mendesak untuk segera mendapatkan penanganan intensif dari pemerintah.
Selain berfungsi vital sebagai pengendali banjir, danau alam ini terancam terus menyusut akibat maraknya okupasi lahan ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Lokasi strategis Situ Bihbul mencakup wilayah Desa Wibawamulya dan Desa Sindangmulya di Kecamatan Cibarusah, serta Desa Sukaragam di Kecamatan Serang Baru.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM Penjara) Kabupaten Bekasi, Ujang Yana, mendesak Gubernur Jawa Barat untuk meninjau langsung kondisi situ yang kian memprihatinkan tersebut. Menurutnya, pembenahan infrastruktur di kawasan Situ Bihbul sudah tidak bisa ditunda lagi.
Lahan Negara Diduga "Dikuasai" Perumahan dan Sawah
Ujang mengungkapkan adanya indikasi pencaplokan aset negara secara masif di kawasan tersebut. Berdasarkan data dan penelusuran sejarah pengelolaan sejak tahun 2006, luas awal Situ Bihbul mencapai 28 hektare. Namun, saat ini bentangan yang tersisa dan masih utuh hanya berkisar 17,6 hektare.
"Aset negara ini habis dikuasai orang. Ada sekitar 8 hektare yang berubah menjadi area perumahan dan sisanya menjadi lahan persawahan. Masalah okupasi oleh pihak pengembang perumahan di wilayah Kecamatan Cibarusah ini harus dibongkar karena itu jelas-jelas tanah pengairan, tanah setu yang merupakan aset negara," ujar Ujang ketat.
Pihaknya menambahkan bahwa sisa lahan sekitar 17 hektare yang ada saat ini harus diproteksi ketat oleh Kementerian PUPR dan dinas terkait agar tidak kembali digerus oleh kepentingan komersial.
Potensi Wisata dan Ancaman Banjir
LSM Penjara menegaskan, revitalisasi fisik seperti perbaikan tanggul dan pengerukan sedimentasi harus segera dilakukan. Kondisi situ yang terabaikan dikhawatirkan dapat mengurangi kapasitas tampung air secara drastis, yang berpotensi memicu banjir bandang di wilayah sekitar saat musim penghujan tiba.
"Fungsi utamanya adalah menampung limpahan air pencegah banjir. Di sisi lain, jika dikelola secara serius, kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata daerah yang mampu mendongkrak ekonomi warga lokal," lanjut Ujang.
LSM Penjara berharap ada sinergi cepat dan tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyelamatkan sekaligus memaksimalkan fungsi aset alam tersebut sebelum hilang sepenuhnya.Rnt