OPINI:
Calon Kepala Desa Jangan Ambyar Karena Pujian, Suara Muara Gembong Bukan Barang Murahan!
Oleh: M. Agung
(Wartawan Sidak Informasi)
MUARA GEMBONG – Panggung politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah pesisir Bekasi Utara, khususnya Kecamatan Muaragembong mulai memanas. Sayangnya, hawa panas ini sering kali membuat mata para calon kepala desa (Cakades) menjadi silau. Kesalahan terbesar seorang calon adalah menganggap dukungan hari ini sebagai suara pasti esok hari.
Jangan terlalu percaya diri (pede) dulu!
Di atas kertas, klaim dukungan dari tim sukses memang terlihat gemuk dan manis. Namun, ingat! Di wilayah yang penuh tantangan geografis dan sosial seperti Muara Gembong, dukungan lisan belum tentu menjelma menjadi suara di dalam kotak TPS.
Masyarakat pesisir Bekasi Utara sudah kenyang dengan janji manis musiman. Menjelang pemilihan, semua calon mendadak rajin turun ke kampung-kampung, menyapa nelayan, dan menebar senyuman. Namun, warga hari ini sudah cerdas. Mereka bisa membedakan mana simpati yang tulus dan mana sandiwara politik lima tahunan.
Jika para Cakades mengira tepuk tangan dalam acara deklarasi atau ramainya rombongan yang mengiringi kampanye adalah jaminan kemenangan, mereka sedang memelihara ilusi. Kepercayaan masyarakat itu fluktuatif, dinamis, dan sangat cair. Kepercayaan tersebut harus terus dijaga, dirawat, dan dibuktikan secara nyata hingga hari pemilihan tiba, bukan sekadar diumbar lewat klaim sepihak.
Muara Gembong butuh pemimpin yang punya nyali dan komitmen konkret untuk membangun infrastruktur, menuntaskan status kepemilikan tanah, hingga menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Masyarakat tidak butuh calon pemimpin yang arogan dan merasa di atas angin hanya karena modal "klaim dukungan" kelompok tertentu.
Kepada para Cakades di Muara Gembong, turunkan ego Anda, simpan dulu rasa percaya diri yang berlebihan itu. Turunlah ke masyarakat dengan kerendahan hati. Ingat, sebelum kertas suara dicoblos dan dihitung, posisi Anda semua masih kosong. Jangan sampai Anda terbuai pujian hari ini, lalu menangis gigit jari saat rekapitulasi suara esok hari!.(*)