Polda Metro Jaya Pastikan Pengusutan Kasus Penyekapan di Percetakan Senen Sesuai Prosedur
JAKARTA – Sidak Informasi.Polda Metro Jaya memastikan penanganan kasus dugaan penyekapan, pemerasan, dan penganiayaan di Percetakan Mau Print, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, berjalan sesuai prosedur hukum. Korps Bhayangkara menegaskan proses penyidikan dilakukan secara profesional, proporsional, transparan, dan akuntabel.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait penanganan perkara yang dilakukan Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (29/6).
Budi menjelaskan, kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat melalui call center 110.
Polres Metro Jakarta Pusat segera merespons laporan tersebut hingga berhasil menemukan korban yang disekap.
Terkait klaim tersangka bahwa para korban melakukan pencurian, Budi menegaskan polisi tidak serta-merta memercayai hal tersebut. Dugaan hilangnya barang di percetakan masih harus dibuktikan secara hukum melalui proses penyidikan.
"Kami tidak menuduh ketiga korban melakukan pencurian. Penyidik akan mendalami kebenarannya. Pertanyaannya, kenapa pelaku tidak melapor polisi, melainkan justru menyekap, merampas kemerdekaan seseorang, dan memeras keluarga korban?" tegas Budi.
Saat ini, penyidik masih mendalami motif utama para pelaku. Budi menekankan bahwa keterangan awal tersangka bukan kesimpulan mutlak, melainkan harus diuji berdasarkan fakta lapangan dan alat bukti yang sah.
"Kami berharap informasi terkait perkara ini tidak bias atau menyesatkan," imbuhnya.
Polda Metro Jaya mengajak masyarakat dan media untuk mengawal kasus ini secara objektif. Budi juga mengimbau warga untuk memanfaatkan layanan darurat 110 jika melihat atau mengalami tindak pidana.
"Penanganan perkara ini adalah komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan kepastian hukum. Polri hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan," pungkas Budi.
(Toni Herin)
Editor :Rnt