Sokong Karakter Generasi Muda, Ormas GAIB 212 Resmikan Padepokan Budaya dan Unit Usaha Baru
BOGOR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) 212 Kabupaten Bekasi menggelar agenda Halalbihalal sekaligus Peresmian Padepokan Spiritual dan Kebudayaan Baru. Kegiatan yang menjadi tonggak penguatan organisasi ini berpusat di Kampung Raweuy, Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran tinggi organisasi. Di antaranya Ketua Umum DPP GAIB 212 H. Asep Solehudin, Ketua DPD GAIB 212 Jawa Barat Didi, serta Ketua DPC Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua Padepokan, Hendi M. Ghalib.
Kemeriahan acara diawali dengan prosesi penyambutan Ketua Umum GAIB 212, H. Asep Solehudin, melalui tradisi ki lengser dan atraksi pencak silat buah kaung yang dibawakan oleh generasi muda setempat. Prosesi dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh Hendi M. Ghalib didampingi istri, serta Ibu Macan Kabupaten Bekasi sebagai simbol penghormatan tertinggi organisasi.
Bersamaan dengan agenda tersebut, GAIB 212 juga resmi meluncurkan unit usaha strategis PT Cahaya Industri Nusantara. Perusahaan yang bergerak di bidang developer, kontraktor, serta penyedia barang dan jasa ini berbasis di Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Langkah ekspansif ini menegaskan komitmen kemandirian ekonomi organisasi dalam menyokong pergerakan sosial kemasyarakatan.
Fokus Internalisasi Nilai Pancasila Lewat Seni Budaya
Ketua DPD GAIB 212, Didi, menegaskan bahwa ormasnya tengah melakukan reorientasi taktis dengan fokus pada pengembangan seni budaya yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Guna merealisasikan visi besar tersebut, GAIB 212 secara resmi bersinergi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) untuk melakukan pembinaan terstruktur bagi generasi muda.
"Kami berkolaborasi erat dengan IPSI untuk melakukan peningkatan kapasitas dan pembinaan anak-anak usia dini. Targetnya jelas, mencetak generasi muda berprestasi yang berkarakter dan cinta tanah air melalui seni budaya Pancasila," ujar Didi.
Didi juga menginstruksikan agar program edukasi budaya ini tidak sekadar menjadi seremoni temporer, melainkan bertransformasi menjadi agenda wajib bulanan di seluruh lini kepengurusan.
Rekam Jejak dan Ekspansi Nasional
Langkah taktis ini sejalan dengan sejarah panjang transformasi organisasi. Didirikan pertama kali sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada tahun 2009, organisasi ini secara resmi bermutasi menjadi Ormas skala nasional pada tahun 2016 dengan nama GAIB 212.
Saat ini, kepengurusan GAIB 212 telah menancapkan pengaruh kuat di 20 kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat dan menjangkau hampir seluruh kecamatan. Di tingkat nasional, ormas ini telah mengepakkan sayap ekspansinya di lebih dari 10 provinsi strategis, mulai dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga Papua.
Padepokan Inklusif Tanpa Sekat
Sementara itu, Ketua Padepokan GAIB 212, Hendi M. Ghalib mengungkapkan bahwa manifestasi fisik dari padepokan yang baru diresmikan ini akan difungsikan sebagai pusat spiritualitas, kegiatan keagamaan, dan ruang inklusif bagi masyarakat umum. Agenda tawasulan, pengajian, dan wiridan bersama dijadwalkan secara konsisten setiap malam Sabtu.
Fasilitas ini lahir dari gagasan spontan yang berhasil dieksekusi secara swadaya dan gotong royong penuh oleh para anggota hanya dalam waktu dua minggu. Hendi menekankan, padepokan ini membawa misi kemanusiaan yang universal dan terbuka bagi seluruh elemen bangsa tanpa memandang batas suku, agama, ras, maupun afiliasi politik.
"Kami tidak membeda-bedakan suku, agama, atau organisasi. Tempat ini adalah ruang bersama untuk memakmurkan nilai-nilai kebaikan. Seperti filosofi Sunda, 'cikaracak ningang batu, laun-laun jadi legok'—bahwa ikhtiar yang konsisten pasti akan membuahkan hasil nyata. Insya Allah, kegiatan tawasulan dan pembinaan di sini akan terus berjalan istikamah," pungkasnya.
Melalui momentum ini, GAIB 212 menegaskan komitmennya di bawah motto organisasi: “Silaturahmi menguatkan persaudaraan, kebersamaan melahirkan kekuatan, dan pengabdian menjadi bukti nyata cinta tanah air” demi kemajuan masyarakat dan kedaulatan NKRI.(Rnt)