-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Antisipasi Kemarau Panjang, Perhutani Salurkan Air Bersih Gunung Puntang ke Warga Bandung

Kamis, 02 Juli 2026 | Juli 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-02T06:40:52Z
Antisipasi Kemarau Panjang, Perhutani Salurkan Air Bersih Gunung Puntang ke Warga Bandung

BANDUNG – Sidak Informasi.Perum Perhutani KPH Bandung Selatan bersinergi dengan BPBD Kabupaten Bandung untuk memitigasi krisis air bersih menyusul prediksi kemarau panjang tahun ini. Langkah penyelamatan ini dilakukan dengan memanfaatkan pasokan air dari kawasan Gunung Puntang, RPH Legawa, BKPH Banjaran.

Wakil Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan, Harry Soediana, mengungkapkan bahwa langkah taktis ini merespons rilis resmi BMKG terkait potensi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung mulai pertengahan Juni hingga Oktober 2026."Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung dan para pemangku kepentingan untuk memitigasi risiko kelangkaan air bersih akibat kemarau panjang," ujar Harry di Bandung, Rabu (1/6/2026).

Distribusi Terpadu dan Akses Mudah
Penyaluran air bersih dari Gunung Puntang nantinya menggunakan armada mobil tangki menuju titik penampungan yang telah dipetakan bersama. Harry memastikan pasokan air dari Gunung Puntang—khususnya yang bersumber dari Curug Siliwangi—tetap stabil berkat tutupan hutan yang masih terjaga dengan sangat baik.

Selain debitnya yang aman, kualitas air di kawasan ini terjamin bebas dari kontaminasi limbah karena berada di dalam area hutan yang steril dari aktivitas pemukiman.

Lokasi sumber air juga memiliki aksesibilitas yang baik, sehingga memudahkan proses mobilitas armada pengangkut.

"Kualitas airnya sangat bagus karena catchment area (daerah tangkapan air) berfungsi optimal di dalam hutan dan jauh dari limbah masyarakat," jelas Harry.

Momentum Jaga Ekosistem Harian
Meski belum merinci total volume air yang akan dialokasikan, Harry menegaskan bahwa aksi kolaboratif antara Perhutani, BPBD, dan PDAM merupakan solusi nyata untuk mengamankan kebutuhan domestik masyarakat yang paling mendasar.

Langkah mitigasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penopang utama siklus hidrologi kehidupan."Aksi kolaboratif ini membuahkan solusi krusial bagi kebutuhan dasar warga. Ini juga menjadi pengingat bersama betapa vitalnya fungsi hutan bagi keberlangsungan hidup manusia," pungkas Harry.

(Cepy Abdul Fatah)
Editor:Rnt
×
Berita Terbaru Update