-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polda Metro Jaya Gelar Apel Siaga Bencana Antisipasi Banjir hingga Kekeringan

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-03T07:05:24Z
Polda Metro Jaya Gelar Apel Siaga Bencana Antisipasi Banjir hingga Kekeringan

JAKARTA, SIDAK INFORMASI– Polda Metro Jaya menggelar Apel Kesiapan Personel dan Peralatan dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Bencana di Lapangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan seluruh personel, peralatan, dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi banjir, kebakaran, dan kekeringan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Apel yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, ini melibatkan 233 personel gabungan. Rinciannya terdiri dari 80 personel Satbrimobda, 100 personel Dit-Samapta (termasuk Tim SAR), 50 personel Ditpolairud, dan 3 personel Biddokkes.

Dalam arahannya, Brigjen Pol. Dekananto menegaskan bahwa langkah awal kesiapsiagaan harus dimulai dengan pemetaan wilayah rawan bersama seluruh pemangku kepentingan. Pemetaan tersebut meliputi daerah rawan banjir, titik krisis air bersih, lokasi rawan kebakaran, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hingga sumber air cadangan darurat.

Selain kesiapan fisik, Wakapolda juga menginstruksikan jajaran kepolisian untuk melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap kelalaian maupun tindakan sengaja yang mengakibatkan kebakaran. 

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk lebih bijak menghemat air dan meningkatkan kewaspadaan mandiri.Sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) operasional turut diperiksa dalam apel ini untuk memastikan kondisinya siap pakai. Alutsista dan alat pendukung yang disiagakan meliputi kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), mobil SAR, perahu karet, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), ambulans, serta alat komunikasi.

Sebagai penutup, Polda Metro Jaya menyatakan terus memperkuat sinergi dengan TNI, Pemerintah Daerah, BPBD, Dinas Gulkarmat (Damkar), serta Basarnas. Dekananto menekankan bahwa keberhasilan penanganan bencana diukur dari upaya pencegahan dan kecepatan memberikan pertolongan kepada masyarakat melalui soliditas yang kuat.

(Toni Herin)
Editor.Rnt
×
Berita Terbaru Update