KABUPATEN BOGOR – Di tengah hiruk pikuk alun-alun Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, sebuah warung soto mie sederhana milik Neng Ucu sukses menjelma menjadi magnet kuliner lokal.
Bukan sekadar soto mie biasa, warung ini menyajikan Soto Mie "Bagor" legendaris yang memadukan kehangatan tradisional dengan sentuhan rasa inovatif yang tak terduga, menarik perhatian warga hingga pelancong.
Setiap pagi, Neng Ucu memulai ritual memasaknya, memastikan aroma kaldu sapi yang kaya rempah memenuhi udara di sekitar warungnya. Konsistensi rasa ini berasal dari resep rahasia keluarga turun-temurun dari sang nenek, yang diklaim Neng Ucu membuat masakannya lebih seimbang dan sehat.
Rahasia "Di Pucuknya"
Keistimewaan Soto Mie "Bagor" Neng Ucu terletak pada satu bahan rahasia unik, yang secara cerdas dipadukan dengan seduhan teh yang juga tersedia di warungnya.
"Ada di Pucuknya!" tutur Neng Ucu, merujuk pada rasa teh unik yang memberikan dimensi baru pada hidangannya.
Sentuhan teh ini memberikan rasa segar dan sedikit sepat yang menyeimbangkan kekayaan kaldu sapi, kelembutan mie kuning, dan renyahnya risol. Harmoni rasa ini menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan di lidah para pelanggan.
Popularitas warung ini melonjak pesat setelah diliput oleh wartawan lokal, Iyan. Semula skeptis, Iyan mengaku terpesona oleh rasa hidangan tersebut dan menyebutnya sebagai "soto mie terbaik yang pernah saya coba."
Sejak saat itu, warung Neng Ucu menjadi tempat favorit bagi warga lokal maupun pelancong yang melintasi jalur Cariu menuju Cianjur atau Sukamakmur.
Mereka datang tidak hanya untuk menyantap hidangan, tetapi juga untuk menikmati suasana hangat dan keramahan sang pemilik.
Meskipun popularitasnya meroket, Neng Ucu tetap rendah hati dan berdedikasi menjaga kualitas rasa Soto Mie "Bagor"-nya. Warung ini kini menjadi bukti hidup di jantung Jonggol bahwa inovasi rasa yang unik dan cinta tulus dalam memasak dapat menciptakan legenda kuliner yang abadi.(Rnt)