Langsung ke konten utama

Dorong Ekonomi Desa, Pasukan 08 Inisiasi Sentra Durian Unggul dan Wacana Kereta Gantung di Buanajaya Bogor

Dorong Ekonomi Desa, Pasukan 08 Inisiasi Sentra Durian Unggul dan Wacana Kereta Gantung di Buanajaya Bogor



BOGOR – Sidak Informasi .Upaya memperkuat fundamental ekonomi perdesaan terus digalakkan oleh berbagai elemen masyarakat. Wakil Sekretaris Jenderal Pasukan 08 Bidang Bisnis dan Ekonomi UMKM, Makmur Iskandar, S.Ap, melakukan aksi nyata dengan mendukung penanaman bibit durian unggul varietas "Musang King Hitam" di Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Minggu (21/12/2025).

Meski cuaca mendung menyelimuti kawasan Bogor Timur, agenda penanaman tetap berlangsung khidmat. Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi jangka panjang dalam pengembangan sektor pertanian bernilai ekonomi tinggi. Durian Musang King Hitam sendiri merupakan varietas premium dengan potensi pasar yang sangat menjanjikan di pasar domestik maupun internasional.

Makmur Iskandar menegaskan bahwa inisiatif ini tidak sekadar berfokus pada hasil panen, melainkan menjadi bagian dari peta jalan besar untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.

“Penanaman bibit durian unggul ini adalah investasi strategis. Selain meningkatkan pendapatan petani lokal, ke depan kawasan ini kita proyeksikan menjadi destinasi agrowisata unggulan di Kabupaten Bogor,” ujar Makmur di sela-sela kegiatan.

Transformasi Wisata: Dari Alam hingga Kereta Gantung

Desa Buanajaya memang memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari air terjun alami, penangkaran rusa, area bermain keluarga (playing park), hingga hutan pinus yang asri. Potensi ini dinilai sangat kompetitif untuk dikembangkan sebagai magnet wisata baru.




Melihat peluang tersebut, Makmur Iskandar melontarkan gagasan visioner berupa pembangunan kereta gantung (cable car) yang akan menghubungkan titik-titik wisata strategis di kawasan tersebut. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata Bogor Timur sekaligus penggerak roda ekonomi warga.


“Kami ingin menghadirkan terobosan yang berdampak luas. Kereta gantung ini nantinya bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga simbol kemajuan dan keberanian desa dalam berinovasi di era modern,” tambahnya.

Langkah Pasukan 08 ini diapresiasi sebagai inisiatif pionir yang mengintegrasikan sektor pertanian (agrikultur), pariwisata, dan pemberdayaan UMKM secara terpadu. Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha, Desa Buanajaya diharapkan menjadi role model sukses pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang kompetitif di tingkat nasional.
(Jajang Nurjaman)

Postingan populer dari blog ini

Tolak Pengosongan Paksa 3x24 Jam, 119 Penggarap Lahan Sukaresmi Tuntut Keadilan dan Mediasi Terbuka

Tolak Pengosongan Paksa 3x24 Jam, 119 Penggarap Lahan Sukaresmi Tuntut Keadilan dan Mediasi Terbuka BOGOR, 15 Maret 2026 – Sidak Informasi Sebanyak 119 warga penggarap lahan eks PTPN VIII di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap surat perintah pengosongan lahan yang dilayangkan oleh PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Melalui surat pernyataan sikap tertanggal 14 Maret 2026, warga mengecam tindakan intimidasi administratif yang memberikan tenggat waktu hanya 3x24 jam untuk meninggalkan lahan garapan seluas 63 hektar tersebut. Perwakilan warga menyatakan bahwa instruksi pengosongan melalui surat nomor 18/BJA-LAND/III/2026 tersebut sangat tidak manusiawi dan mengabaikan fakta lapangan. Warga menegaskan bahwa mereka adalah masyarakat pribumi yang menggarap lahan dengan itikad baik, bahkan mengeluarkan biaya mandiri sebesar Rp30.000 per meter untuk biaya garapan. "Kami warga masyarakat pribumi ingin diperlakukan dengan cara yang bai...

Ratusan Juta Rupiah Raib, Warga Muaragembong Diduga Ditipu Investasi Bodong yang Melibatkan Camat"

Ratusan Juta Rupiah Raib, Warga Muaragembong Diduga Ditipu Investasi Bodong yang Melibatkan Camat" BEKASI – Sidak Informasi.Harapan warga dan perangkat desa di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, untuk mendulang profit instan berakhir tragis. Aplikasi investasi OpalPX yang mereka ikuti resmi tumbang, meninggalkan kerugian masif yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Skandal ini kian memanas setelah nama Camat Muaragembong terseret dan diduga kuat menjadi motor penggerak rekrutmen anggota. Modus Operandi: Iming-iming Profit Harian dalam Skema Ponzi OpalPX beroperasi dengan menjanjikan keuntungan harian dari sesi perdagangan (trading). Hanya dengan modal awal Rp1,8 juta, investor diiming-imingi profit sebesar 1 USD (sekitar Rp16.800) per sesi. Dengan frekuensi dua kali sehari, peserta dijanjikan pendapatan tetap Rp33.600 per hari. Seorang korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menyetorkan uang tunai melalui oknum Satpol PP berinisial K. "Du...

Dugaan Catut Nama dan Rampas Aset Klien, Oknum Leader Agent Properti di Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Catut Nama dan Rampas Aset Klien, Oknum Leader Agent Properti di Bekasi Dilaporkan ke Polisi BEKASI – Sidak Informasi.Kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan perampasan aset menimpa Bapak Ridwan Muttakin dan Ibu Sunarti. Kuasa hukum korban dari kantor hukum Adv. H. AL secara resmi melaporkan seorang oknum leader agen properti berinisial AS ke pihak kepolisian.  Laporan ini terkait dugaan penjualan rumah secara ilegal di Perumahan Mutiara Puri Harmoni 3, Desa Jaya Mulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kronologi: Berawal dari Pinjaman, Berujung Intimidasi Perampasan Aset. Kasus ini bermula saat Ibu Sunarti membutuhkan dana untuk biaya sekolah anak dan meminta bantuan kepada atasannya, saudara Ari Saputra (AS), seorang leader di agen properti "New Win Star" Yang Telah Bekerja Sama Dengan Developer Vista Land Group "Perum. Mutiara Puri Harmoni 3 Di Desa Jaya Mulya Kec. Serang Baru". AS kemudian merekomendasikan Sunarti kepada pihak ...