Wasekjen Pasukan 08 Makmur Iskandar Dorong Transformasi Bogor Timur Jadi Sentra Pertanian Rakyat Berkelanjutan
Wasekjen Pasukan 08 Makmur Iskandar Dorong Transformasi Bogor Timur Jadi Sentra Pertanian Rakyat Berkelanjutan
BOGOR –Sidak Informasi .Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pasukan 08 Bidang Bisnis dan Ekonomi UMKM, Makmur Iskandar, S.Ap, menyatakan komitmen kuatnya untuk merevitalisasi wilayah Bogor Timur menjadi kawasan pertanian rakyat yang produktif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikannya saat melakukan peninjauan lahan di wilayah tersebut pada Rabu (24/12/2025).
Dalam keterangannya kepada awak media, Makmur menyoroti masih banyaknya lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, potensi lahan tersebut sangat besar untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal jika dikelola dengan manajemen yang tepat.
"Masih banyak lahan kosong yang seharusnya bisa dikelola bersama untuk kepentingan rakyat. Kita harus berani memanfaatkannya untuk sektor pertanian yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat," ujar Makmur.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan lahan bukan hanya bergantung pada ketersediaan tanah, melainkan pada niat dan komitmen jangka panjang. "Asal kita punya niat dan keinginan yang kuat, saya yakin proses tidak akan mengkhianati hasil," tegasnya.
Visi Jangka Panjang dan Ketahanan Pangan
Makmur juga mengajak masyarakat untuk berpikir jauh ke depan demi menjamin masa depan generasi mendatang. Ia mengutip pesan inspiratif dari tokoh otomotif nasional, almarhum Subronto Laras, yang pernah mengingatkan pentingnya menanam sejak dini agar tidak hanya mengandalkan kekayaan alam yang ada.
"Jangan terlena karena buah-buahan masih banyak di hutan. Kita harus mulai menanam dari sekarang untuk anak cucu kita nanti," ungkap Makmur, menekankan urgensi regenerasi pertanian.
Sebagai langkah konkret, Makmur berencana menjadikan kawasan hutan dan lahan produktif di Bogor Timur sebagai sentra komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi. Beberapa tanaman yang diproyeksikan antara lain Durian Musang King Hitam, petai, hingga jengkol, yang memiliki pangsa pasar luas baik di tingkat domestik maupun ekspor.
"Ini bukan sekadar soal bercocok tanam, melainkan upaya mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan alam," tambahnya.
Harapan pada Proyek Strategis Nasional
Guna mendukung visi tersebut, Makmur berharap pembangunan infrastruktur air, yakni Bendungan Cibeet dan Cijurey, dapat segera rampung. Keberadaan bendungan ini dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan ketersediaan irigasi bagi lahan pertanian warga.
"Penyelesaian Bendungan Cibeet dan Cijurey sangat krusial agar mimpi para petani mengenai agrobisnis yang modern dan produktif dapat segera terwujud," tutupnya.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara masyarakat, organisasi, dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Kabupaten Bogor.
(Jajang Nurjaman)