Sambut Ramadan dengan Gotong Royong, Warga Nyalindung Cianjur Perbaiki Jalan Pertanian Secara Swadaya
Sambut Ramadan dengan Gotong Royong, Warga Nyalindung Cianjur Perbaiki Jalan Pertanian Secara Swadaya
CIANJUR –Sidak Informasi .Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, semangat kebersamaan ditunjukkan oleh warga Kampung Nyalindung, RW 04, Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Puluhan warga turun ke jalan melakukan aksi nyata perbaikan jalan rusak yang menghubungkan pemukiman dengan area persawahan, Sabtu (14/02/2026).
Aksi perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter ini dilakukan secara swadaya. Warga bersama tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, hingga pemuda Karang Taruna Desa Cipeuyeum bahu-membahu melakukan penambalan jalan menggunakan campuran semen, pasir, dan batu pondasi.
Pemerhati Sosial sekaligus warga setempat, Cepy A.F, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul akibat keresahan warga terhadap kondisi jalan yang kian memprihatinkan. Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga kerap memicu kecelakaan.
"Lubang jalan cukup dalam dan kondisi permukaannya sangat licin saat hujan. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di sini. Hal inilah yang mengetuk hati warga untuk berinisiatif memperbaiki jalan secara mandiri," ujar Cepy kepada awak media.
Senada dengan hal tersebut, Egal, salah satu penggerak pemuda Karang Taruna Desa Cipeuyeum yang aktif dalam kegiatan tersebut, berharap aksi ini menjadi pemantik bagi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih pada infrastruktur pedesaan.
"Kami berharap Pemerintah Desa maupun daerah segera turun tangan melakukan perbaikan secara permanen. Jalan ini adalah urat nadi bagi petani. Jika aksesnya bagus, distribusi hasil panen lebih efisien dan nilai jual pertanian pasti meningkat," tegas Egal.
Jalan yang diperbaiki merupakan akses vital yang menghubungkan RW 01 (Kampung Mareleng) dan RW 04 (Kampung Nyalindung) menuju lahan pertanian. Selama ini, kerusakan di sepanjang batas RW tersebut menjadi kendala utama bagi para petani dalam mengangkut alat mesin pertanian maupun hasil bumi.
Kegiatan yang kental dengan nuansa gotong royong ini tidak hanya sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Aksi sosial ini ditutup dengan makan bersama di lokasi sebagai wujud syukur atas kekompakan yang terjalin.
Inisiatif warga Kampung Nyalindung ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran kolektif mampu menjadi solusi cepat dalam mengatasi persoalan lingkungan tanpa harus selalu menunggu uluran tangan pemerintah.(Cepy Abdul Fatah)