Tanggul Citarum Jebol & Muara Dangkal, Warga Muara Gembong Mendesak Normalisasi Darurat
MUARA GEMBONG,– Sidak Informasi.
Kondisi pendangkalan di muara pantai wilayah Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, khususnya di sekitar Pantai Mekar, dilaporkan semakin memprihatinkan memasuki awal Februari 2026. Sedimentasi ekstrem ini memicu krisis ganda: lumpuhnya ekonomi nelayan dan meningkatnya risiko banjir rob serta luapan Sungai Citarum.
Situasi mencapai titik kritis pada akhir Januari 2026. Berdasarkan laporan pantauan, tanggul Citarum di wilayah Muara Gembong kembali jebol pada 31 Januari 2026. Tingginya debit air tidak mampu mengalir lancar ke laut akibat mulut muara yang semakin menyempit, mengakibatkan banjir merendam permukiman warga.
Akses Nelayan Lumpuh, Ekonomi Terancam
Pendangkalan parah membuat alur pelayaran perahu nelayan terhambat. Nelayan terpaksa menunggu air pasang atau menyewa jasa penarik untuk melewati titik dangkal.
Ajis, salah satu tokoh setempat yang akrab disapa Kuncen, menegaskan bahwa fenomena ini bukan lagi sekadar perubahan musim, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan mata pencaharian warga.
"Penumpukan sedimen terus terjadi tanpa adanya pengerukan (normalisasi) berkala. Mulut muara semakin sempit, risiko banjir saat hujan naik drastis, dan kami nelayan kesulitan melaut," ujar Ajis, Sabtu (1/2/2026).
Desakan Normalisasi dan Infrastruktur Permanen
Melihat kondisi darurat ini, warga dan tokoh masyarakat setempat mendesak pemerintah terkait untuk segera melakukan normalisasi muara. Pengerukan intensif dinilai krusial untuk mencegah wilayah Muara Gembong "tenggelam" lebih dalam akibat kombinasi abrasi dan sedimentasi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi dikabarkan tengah berupaya merespons kondisi ini. Meski rencana revitalisasi wisata dan infrastruktur telah dianggarkan, realisasi di lapangan masih berfokus pada penanganan darurat banjir dan pembangunan jembatan penghubung.
Namun, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menempatkan usulan pembangunan infrastruktur pesisir dan penanganan abrasi sebagai program prioritas dalam Musrenbang 2026, demi memulihkan roda ekonomi wilayah pesisir utara Bekasi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjibaku menghadapi dampak banjir dan berharap adanya tindakan nyata secepatnya untuk membuka kembali akses muara. (Agung)