Proyek Rekonstruksi Jalan KH Ma’mun Nawawi Dimulai, Pengendara Diimbau Antisipasi Kemacetan Parah
CIKARANG –Sidak Informasi .Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) resmi memulai proyek rekonstruksi Jalan KH Raden Ma’mun Nawawi (Ruas Cikarang-Cibarusah). Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kualitas infrastruktur jalan provinsi yang menjadi urat nadi mobilisasi di Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan data teknis, proyek dengan nomor SPK 0601/PUR.12.02/1.0031/SP/UPTD-PJ2WP1 ini dikerjakan oleh PT Visindo Maju Sejahtera dengan nilai kontrak sebesar Rp18,88 miliar. Meskipun waktu pelaksanaan dalam kontrak ditetapkan selama 225 hari kalender sejak 6 Maret 2026, pihak pelaksana menargetkan percepatan pengerjaan di lapangan.
Titik Krusial dan Jalur Alternatif
Pihak teknis lapangan, Peri, mengungkapkan bahwa penyempitan akses akibat alat berat dan material proyek berpotensi memicu kemacetan panjang. Masyarakat diminta waspada, terutama di titik-titik krusial seperti wilayah Ceper dan KSB.
Pihak teknis lapangan, Peri, mengungkapkan bahwa penyempitan akses akibat alat berat dan material proyek berpotensi memicu kemacetan panjang. Masyarakat diminta waspada, terutama di titik-titik krusial seperti wilayah Ceper dan KSB.
"Kami mengimbau pengguna jalan untuk menghindari titik perbaikan di Ceper dan KSB guna menghindari penumpukan kendaraan. Sangat disarankan bagi warga dari arah Cibarusah menuju Serang maupun sebaliknya untuk mencari jalur alternatif," ujar Peri saat ditemui di lokasi proyek, Kamis (26/3/2026).
Mitigasi Dampak Lalu Lintas
Menanggapi laporan kemacetan yang sempat mengular hingga 2 kilometer, pihak pelaksana memastikan akan mengerahkan petugas pengatur lalu lintas (flagman) secara maksimal untuk mengurai kepadatan.
Menanggapi laporan kemacetan yang sempat mengular hingga 2 kilometer, pihak pelaksana memastikan akan mengerahkan petugas pengatur lalu lintas (flagman) secara maksimal untuk mengurai kepadatan.
"Ruas Jalan KH Ma’mun Nawawi memang memiliki volume kendaraan yang sangat tinggi. Kehadiran proyek ini tentu menambah beban kepadatan. Namun, kami berkomitmen mengebut pengerjaan agar mobilitas warga, terutama para pekerja, tidak terganggu terlalu lama," tegasnya.
Pengerjaan rekonstruksi ini diharapkan menjadi solusi permanen atas kerusakan jalan yang kerap dikeluhkan warga, sekaligus meningkatkan standar keselamatan bagi para pengguna jalan di wilayah Cikarang dan sekitarnya.(Rosyid)