-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis Irigasi Mandalawangi.Petani Cemas Gulung Tikar, Normalisasi Baru Rampung Oktober

Sabtu, 04 Juli 2026 | Juli 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-04T11:31:50Z
Krisis Irigasi Mandalawangi.Petani Cemas Gulung Tikar, Normalisasi Baru Rampung Oktober
Bandung BaratSidak Informasi .Darurat krisis air menghantui kawasan persawahan di RW 13, Kampung Pabuaran, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat. Sedikitnya 5 hektar lahan garapan warga kini mengalami kekeringan ekstrem. Dampaknya, ancaman gagal panen massal membayangi para petani yang kini terancam merugi besar.

Bagi warga setempat, sektor pertanian merupakan satu-satunya tumpuan hidup. Kondisi sawah yang kering kerontang membuat mereka cemas kehilangan sumber nafkah, sekaligus gagal mengembalikan modal produksi yang telah digelontorkan.

"Seluruh penghidupan kami hanya dari bertani. Kalau gagal panen, kami bingung harus bagaimana. Bahkan untuk makan sehari-hari pun bergantung pada hasil sawah ini," keluh salah satu petani setempat.


Mandeknya aliran irigasi menjadi pemicu utama krisis ini. Meski pihak berwenang telah meninjau lokasi, pasokan air urung kembali normal. Warga mendesak adanya solusi jangka panjang agar masalah serupa tidak terulang pada musim tanam berikutnya.Ketua Forum RW setempat, Syafrizal S.Pd., MM, mendesak instansi terkait untuk segera mengambil tindakan konkret demi menyelamatkan nasib para petani.

"Kami sangat prihatin melihat kondisi sawah yang kering kerontang. Harus ada perhatian serius dari pemerintah agar kerugian yang lebih besar bisa dicegah," tegas Syafrizal.

Merespons keluhan warga, Ketua Kelompok Penyuluh Pertanian, Ramdan, menyatakan bahwa pihaknya telah meneruskan laporan ini ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi. Sebagai langkah antisipasi dampak finansial, ia mengimbau petani segera mendaftarkan lahan mereka ke program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

"Petani bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai pendaftaran program AUTP ini langsung dari petugas penyuluh di lapangan," ujar Ramdan.

Di sisi lain, proyek perbaikan saluran air kini telah masuk dalam agenda resmi. Pihak pertanian memastikan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Proses pembenahan serta normalisasi irigasi tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Langkah ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang dukungan ketahanan pangan daerah.

Saat ini, para petani hanya bisa berharap mukjizat aliran air dapat kembali pulih sebelum seluruh tanaman padi mereka mati total. Mereka juga menagih realisasi janji perbaikan infrastruktur agar aktivitas bertani ke depan bisa berjalan lebih tenang dan terjamin.

(Cepy Abdul Fatah)
Editor:Rnt
×
Berita Terbaru Update