Desa Weninggali, Jonggol, Bogor –Sidak Informasi .Proyek P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) senilai Rp 195 juta yang didanai APBN TA 2025 di Desa Weninggali, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, terancam gagal mutu.
Proyek peningkatan jaringan irigasi yang dikelola secara swakelola oleh P3A Tirta Jaya Citapen ini, kini menjadi sorotan tajam akibat dugaan penyimpangan teknis yang fundamental.
Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, proses pemasangan pondasi saluran tersier dilakukan tanpa alas dasar yang semestinya. Prosedur krusial yang seharusnya menjamin kekuatan dan ketahanan struktur jangka panjang ini diduga sengaja diabaikan, menimbulkan kekhawatiran serius akan kualitas infrastruktur yang dihasilkan.
"Praktik ini bukan sekadar kelalaian, tapi potensi penyimpangan serius yang mengindikasikan upaya memaksimalkan keuntungan dengan mengorbankan kualitas bangunan," ujar seorang sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan pelanggaran SOP pekerjaan swakelola ini mendesak dilakukannya audit teknis segera oleh pihak terkait dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Masyarakat setempat pun turut menyuarakan kekhawatiran mereka.
Seorang warga yang juga enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa pekerjaan serupa di lokasi yang tidak jauh dari sana, yang baru berusia satu tahun, kini sudah hancur. "Pekerjaan saluran itu juga belum lama, Pak, kurang lebih baru satu tahun, sekarang ini sudah hancur," ungkapnya, memvalidasi kekhawatiran akan daya tahan proyek yang sedang berjalan.
Temuan ini menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh dari P3A Tirta Jaya Citapen serta pengawasan ketat dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan standar keamanan infrastruktur dipatuhi.
Ketika hendak dikonfirmasi, Pelaksana sekaligus Ketua P3A, Enjun, tidak kooperatif. Saat ditemui di kediamannya, ia menghindar dari awak media. Istrinya yang kemudian menghadapi,
menyatakan bahwa masalah ini sudah dilakukan Monev ( Monitoring dan Evaluasi.)" Sudah monev, Pak," kata istri Enjun, mengisyaratkan adanya upaya untuk meredam isu ini.
Keterangan ini justru menimbulkan tanda tanya besar. Masyarakat dan pihak terkait berharap agar investigasi dilakukan secara transparan dan tanpa intervensi, demi memastikan kualitas infrastruktur yang dibangun benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Weninggali.(Rnt)