Bogor – Sidak Informasi.Revitalisasi Masjid Agung Jonggol dan penataan Alun-Alun Jonggol menjadi ruang publik hijau yang terintegrasi menjadi fokus utama diskusi yang melibatkan Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Gerindra, tim dari Badan Kejuruan Sipil (BKS) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat, PII Kabupaten Bogor, serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Jonggol pada Selasa (5/11/25).
Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan kajian mendalam terhadap kondisi struktur bangunan Masjid Agung Jonggol serta merumuskan konsep penataan alun-alun agar menjadi ikon ruang publik hijau di kawasan perkotaan Bogor Timur.
Menurut Ketua PII Kabupaten Bogor, Dr. Ir. Jualiant, Masjid Agung Jonggol memerlukan perbaikan (rehabilitasi) tata bangunan agar memancarkan "aura gedung yang karismatik dan eksotik". PII Kabupaten Bogor dan BKS PII turut serta memberikan sumbangsih keilmuan dan kepakaran kepada masyarakat di wilayah tujuh Kecamatan Bogor Timur.
Hadir dari Badan Kejuruan Sipil (BKS) PII, Ir. Habibie Razak, MM., IPU, dkk, selaku Ketua BKS, bersama Ir. Arinova G. Utama, ST., MT., IPM, selaku Direktur Pelaksana. Mereka membahas penataan Masjid Agung dan Alun-Alun Jonggol yang diharapkan menjadi ikon ruang publik hijau di kawasan perkotaan.
Alun-alun Jonggol didorong agar memiliki konsep penataan yang matang dengan Detail Engineering Design (DED) yang menghargai sejarah Jonggol. Penataan ruang publik hijau ini harus mengedepankan nilai kearifan lokal, baik nilai kesundaan maupun nilai sejarah setempat.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Gerindra, Beben Suhendar, SH., MM, menekankan pentingnya landasan hukum berdasarkan Perda No. 2 Tahun 1997 tentang Pola Penataan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan di Kabupaten Bogor.
Perda ini memperkuat urgensi perbaikan penataan alun-alun.
Revitalisasi alun-alun sendiri sebelumnya telah diusulkan oleh anggota DPR RI Dr. H. Mulyadi, SE., M.MA, pada tahun lalu, dengan harapan implementasi pembangunan dapat berjalan pada tahun 2025.
Dalam diskusi yang turut dihadiri anggota DPRD lainnya seperti Asep Hamzah, SE., M.M, dan Agus Abdurrohman, S.Ag., M.M, muncul ide konektivitas antara Masjid Agung Jonggol dengan Alun-Alun Jonggol. Ketua PII dan Ketua BKS Teknik Sipil mengusulkan pembangunan terowongan bawah tanah dari basement alun-alun agar tidak menghambat arus lalu lintas kendaraan.
Masyarakat berharap agar penataan alun-alun sebagai ruang publik hijau dan perbaikan Masjid Agung Jonggol dapat tertata rapi, sejalan dengan tagline Program Bogor Istimewa.(Rnt)