Warga Geram! Proyek Jembatan Loji Bekasi Mandek Berbulan-bulan, Pemkab Dituding Lalai Awasi Kontraktor
CIBARUSAH – Sidak Informasi.Kesabaran warga di sekitar Jalan Raya Loji-Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, habis. Proyek perbaikan Jembatan Loji (atau Cipamingkis) yang longsor pada Juli-Agustus 2025 kini terbengkalai tanpa kejelasan.
Warga menuntut pertanggungjawaban tegas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dan kontraktor pelaksana.
Jembatan vital yang menghubungkan mobilitas regional ini longsor akibat curah hujan tinggi dan debit air Sungai Cipamingkis yang besar.
Tragisnya, alih-alih segera ditangani, proyek tersebut kini mandek berbulan-bulan, memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat yang merasa dirugikan dan terancam keselamatannya.
"Masa selesainya kapan, itu kan tidak jelas," ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mencerminkan frustrasi kolektif. "Jangan hanya bicara pembangunan ulang jembatan Loji secara permanen akan diupayakan selesai secepatnya, tapi kapan tidak jelas," tambahnya.
Kontraktor Diduga Melanggar Kontrak
Sesuai aturan, perbaikan jembatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor yang terikat kontrak kerja. Biaya perbaikan pun tidak boleh membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lagi.
Namun, dengan mandeknya proyek, kontraktor diduga kuat melanggar kewajibannya. Warga mempertanyakan kinerja Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SdaBMBK) Kabupaten Bekasi yang dinilai membiarkan kontraktor "lepas tangan" tanpa sanksi yang jelas.
"Sesuai aturan, Pemkab Bekasi memiliki tanggung jawab penuh untuk mengawasi dan menindak kontraktor yang lalai, termasuk penerapan sanksi tegas. Namun, hingga kini, langkah konkret tersebut belum terlihat," kritik warga.
Ancaman Keselamatan di Malam Hari
Kondisi jembatan yang tak kunjung selesai ini bukan sekadar soal keterlambatan administrasi, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Warga khawatir area proyek yang terbengkalai tersebut memicu kecelakaan,
"Kami butuh kejelasan, bukan janji. Ini soal keselamatan kami," tegas warga lainnya, mendesak agar Pemkab Bekasi segera bertindak transparan dan cepat.
Masyarakat mendesak agar Pemkab Bekasi segera mengambil alih komando, menindak tegas kontraktor nakal, dan memastikan proyek vital ini selesai secepatnya demi keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Intervensi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pun diharapkan dapat mempercepat solusi atas proyek yang menghabiskan anggaran publik namun justru menimbulkan masalah baru ini.(Rnt)