Langsung ke konten utama

Distribusi Makan Bergizi Gratis di Cipatat Terkendala Jarak, 3.052 Sasaran 3B Belum Terlayani

Distribusi Makan Bergizi Gratis di Cipatat Terkendala Jarak, 3.052 Sasaran 3B Belum Terlayani




BANDUNG BARAT – Sidak Informasi.
Memasuki awal tahun 2026, implementasi Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih menghadapi tantangan distribusi. Berdasarkan data terbaru UPT KB Kecamatan Cipatat per Kamis (15/1/2026), sebanyak 3.052 warga yang masuk dalam kelompok sasaran 3B belum menerima manfaat program unggulan pemerintah ini.

Angka tersebut mencakup sekitar 31 persen dari total 9.737 jiwa kelompok sasaran 3B—terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—di wilayah Cipatat. Hingga saat ini, baru 6.695 orang yang berhasil terlayani oleh program tersebut.

Keterbatasan Radius Dapur Penyedia
Penyuluh KB UPT KB Kecamatan Cipatat, Wida Dewi, menjelaskan bahwa kendala utama belum meratanya distribusi MBG adalah keterbatasan infrastruktur dapur penyedia makanan. Faktor geografis dan standar kualitas menjadi poin krusial dalam penyaluran.

"Kendala utamanya adalah jarak. Sesuai ketentuan, lokasi penyaluran harus berada dalam radius maksimal 5 hingga 6 kilometer dari dapur penyedia untuk menjaga kualitas dan higienitas makanan. Jika jaraknya melampaui itu, saat ini belum bisa dilayani," ujar Wida saat dikonfirmasi, Kamis (15/1).

Wida menambahkan, meskipun Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Program MBG telah mengatur perluasan cakupan, eksekusi di lapangan sangat bergantung pada penambahan unit dapur baru. Ia memastikan pemerataan akan dilakukan secara bertahap seiring pembangunan dapur di titik-titik strategis.

Desa Sarimukti Masih Kosong Layanan
Kesenjangan distribusi terlihat menonjol di beberapa desa, salah satunya Desa Sarimukti. Kader Pos KB Desa Sarimukti, Euis, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada satu pun dari 560 warga kelompok 3B di desanya yang tersentuh program.

"Di Desa Sarimukti sama sekali belum ada penyaluran. Informasinya, dapur yang tersedia saat ini kapasitasnya sudah penuh, sehingga belum mampu menjangkau wilayah kami," tutur Euis.

Kondisi serupa dilaporkan terjadi di Desa Kertamukti, Desa Gunung Masigit, dan Desa Mandalawangi. Di wilayah-wilayah ini, penyaluran MBG baru menyasar sebagian RW dan belum mencakup seluruh populasi target.

Prioritas Wilayah Pelosok
Meski dihambat masalah logistik, Wida Dewi menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap menjadikan wilayah pelosok sebagai prioritas utama sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto. Program MBG dipandang sebagai langkah krusial dalam memperbaiki asupan gizi masyarakat pada fase pertumbuhan emas.

"Kami berharap pembangunan dapur tambahan segera terealisasi. Target utamanya adalah memastikan seluruh kelompok 3B di Cipatat merasakan manfaat program ini guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan," tutup Wida. (Cepy Abdul Fatah )

Postingan populer dari blog ini

Tolak Pengosongan Paksa 3x24 Jam, 119 Penggarap Lahan Sukaresmi Tuntut Keadilan dan Mediasi Terbuka

Tolak Pengosongan Paksa 3x24 Jam, 119 Penggarap Lahan Sukaresmi Tuntut Keadilan dan Mediasi Terbuka BOGOR, 15 Maret 2026 – Sidak Informasi Sebanyak 119 warga penggarap lahan eks PTPN VIII di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap surat perintah pengosongan lahan yang dilayangkan oleh PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Melalui surat pernyataan sikap tertanggal 14 Maret 2026, warga mengecam tindakan intimidasi administratif yang memberikan tenggat waktu hanya 3x24 jam untuk meninggalkan lahan garapan seluas 63 hektar tersebut. Perwakilan warga menyatakan bahwa instruksi pengosongan melalui surat nomor 18/BJA-LAND/III/2026 tersebut sangat tidak manusiawi dan mengabaikan fakta lapangan. Warga menegaskan bahwa mereka adalah masyarakat pribumi yang menggarap lahan dengan itikad baik, bahkan mengeluarkan biaya mandiri sebesar Rp30.000 per meter untuk biaya garapan. "Kami warga masyarakat pribumi ingin diperlakukan dengan cara yang bai...

Ratusan Juta Rupiah Raib, Warga Muaragembong Diduga Ditipu Investasi Bodong yang Melibatkan Camat"

Ratusan Juta Rupiah Raib, Warga Muaragembong Diduga Ditipu Investasi Bodong yang Melibatkan Camat" BEKASI – Sidak Informasi.Harapan warga dan perangkat desa di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, untuk mendulang profit instan berakhir tragis. Aplikasi investasi OpalPX yang mereka ikuti resmi tumbang, meninggalkan kerugian masif yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Skandal ini kian memanas setelah nama Camat Muaragembong terseret dan diduga kuat menjadi motor penggerak rekrutmen anggota. Modus Operandi: Iming-iming Profit Harian dalam Skema Ponzi OpalPX beroperasi dengan menjanjikan keuntungan harian dari sesi perdagangan (trading). Hanya dengan modal awal Rp1,8 juta, investor diiming-imingi profit sebesar 1 USD (sekitar Rp16.800) per sesi. Dengan frekuensi dua kali sehari, peserta dijanjikan pendapatan tetap Rp33.600 per hari. Seorang korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menyetorkan uang tunai melalui oknum Satpol PP berinisial K. "Du...

Dugaan Catut Nama dan Rampas Aset Klien, Oknum Leader Agent Properti di Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Catut Nama dan Rampas Aset Klien, Oknum Leader Agent Properti di Bekasi Dilaporkan ke Polisi BEKASI – Sidak Informasi.Kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan perampasan aset menimpa Bapak Ridwan Muttakin dan Ibu Sunarti. Kuasa hukum korban dari kantor hukum Adv. H. AL secara resmi melaporkan seorang oknum leader agen properti berinisial AS ke pihak kepolisian.  Laporan ini terkait dugaan penjualan rumah secara ilegal di Perumahan Mutiara Puri Harmoni 3, Desa Jaya Mulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kronologi: Berawal dari Pinjaman, Berujung Intimidasi Perampasan Aset. Kasus ini bermula saat Ibu Sunarti membutuhkan dana untuk biaya sekolah anak dan meminta bantuan kepada atasannya, saudara Ari Saputra (AS), seorang leader di agen properti "New Win Star" Yang Telah Bekerja Sama Dengan Developer Vista Land Group "Perum. Mutiara Puri Harmoni 3 Di Desa Jaya Mulya Kec. Serang Baru". AS kemudian merekomendasikan Sunarti kepada pihak ...