Ekskalasi Premanisme di Bekasi: Proyek Inpres Desa Ridomanah Disabotase, Kontraktor Ultimatum Pelaku 1x24 Jam
Ekskalasi Premanisme di Bekasi: Proyek Inpres Desa Ridomanah Disabotase, Kontraktor Ultimatum Pelaku 1x24 Jam
BEKASI – Sidak Informasi.Aksi premanisme kembali menghambat percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Proyek Instruksi Presiden (Inpres) di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang berlokasi di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menjadi sasaran vandalisme dan perusakan alat kerja (28/1) oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Sejumlah aset vital pendukung operasional, mulai dari peralatan teknis seperti cangkul hingga perangkat konstruksi lainnya, dilaporkan dirusak hingga raib. Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi pihak pelaksana, tetapi juga memicu stagnasi pada proyek strategis yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
Merespons gangguan tersebut, pihak kontraktor pelaksana melayangkan ultimatum keras. Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh atas sabotase yang terjadi di lapangan.
"Kami memberikan peringatan tegas. Jika dalam waktu 1x24 jam alat-alat yang dirusak tidak diganti atau tidak ada permohonan maaf resmi—baik secara langsung maupun melalui media—kami tidak akan ragu mengambil langkah hukum secara represif," tegas perwakilan kontraktor, Ujang Yana, dalam pernyataan resminya.
Pihak manajemen memastikan telah menyiapkan langkah litigasi untuk menyeret para pelaku ke ranah hukum. Koordinasi intensif mulai dilakukan dengan Satgas Premanisme serta aparat penegak hukum di tingkat Polsek Cibarusah dan Polres Metro Bekasi
Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap aset negara dan jaminan keamanan area kerja (site security).
Hingga saat ini, pihak kontraktor masih memberikan ruang bagi para pelaku untuk menunjukkan iktikad baik sebelum laporan resmi diproses demi menjaga stabilitas iklim investasi dan keberlanjutan pembangunan di wilayah Kabupaten Bekasi.(Rnt)