Langsung ke konten utama

Terganjal Kapasitas Dapur dan Jarak, Ribuan Kelompok ‘3B’ di Cipatat Belum Tersentuh Program Makan Bergizi Gratis

Terganjal Kapasitas Dapur dan Jarak, Ribuan Kelompok ‘3B’ di Cipatat Belum Tersentuh Program Makan Bergizi Gratis


BANDUNG BARAT – Sidak informasi.
Meski Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) telah bergulir sejak pertengahan 2025, distribusinya di wilayah pelosok masih menghadapi tembok besar. Di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, ribuan sasaran prioritas yang masuk dalam kelompok ‘3B’—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—dilaporkan belum menerima manfaat program unggulan pemerintah tersebut.

Data dari UPT KB Kecamatan
 Cipatat mengungkap potret ketimpangan distribusi yang cukup mencolok. Dari total 9.737 jiwa kelompok 3B di wilayah tersebut, baru 6.695 orang yang terlayani. Artinya, sebanyak 3.052 orang lainnya masih masuk dalam daftar tunggu tanpa kepastian asupan gizi tambahan.

Kapasitas Dapur Menjadi Titik Lemah
Desa Sarimukti menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Hingga pertengahan Januari 2026, program MBG tercatat belum menyentuh satu pun dari 560 warga kelompok 3B di desa tersebut.

Euis, kader pos KB Desa Sarimukti, membeberkan bahwa kendala utama bukan pada pendataan, melainkan pada infrastruktur penyedia. "Informasinya, belum ada dapur yang bisa melayani kami karena dapur yang sudah ada saat ini kapasitasnya sudah penuh," ungkap Euis saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).
Kondisi serupa merambat ke desa lain seperti Kertamukti, Gunung Masigit, dan Mandalawangi, di mana penyaluran baru mencakup sebagian kecil rukun warga (RW).

Radius Distribusi Jadi Penghambat di Pelosok
Selain masalah kapasitas produksi dapur, aturan teknis mengenai radius distribusi menjadi penghalang bagi warga di wilayah terpencil. Penyuluh KB UPT KB Kecamatan Cipatat, Wida Dewi, menjelaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Program MBG mengatur batasan jarak yang ketat.

"Ada ketentuan bahwa lokasi penyaluran harus berada dalam radius maksimal 5 hingga 6 kilometer dari dapur penyedia. Jika jaraknya lebih jauh, secara teknis belum bisa dilayani," jelas Wida.
Padahal, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, wilayah pelosok seharusnya menjadi prioritas utama demi menekan angka tengkes (stunting) dan memperbaiki gizi nasional pada fase krusial pertumbuhan.

Menanti Pemerataan Bertahap
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dikabarkan tengah mengupayakan pemerataan secara bertahap. Kelompok 3B yang saat ini terabaikan baru akan terkaver apabila ada penambahan dapur baru atau perluasan jangkauan logistik di titik-titik buta (blind spot) distribusi. 

Masyarakat kini berharap komitmen pemerintah pusat untuk memprioritaskan wilayah pelosok segera terealisasi melalui percepatan pembangunan infrastruktur dapur penyedia, agar target "Zero Stunting" di Kecamatan Cipatat bukan sekadar angka di atas kertas.(Cepy Abdul Fatah.)

Postingan populer dari blog ini

Tolak Pengosongan Paksa 3x24 Jam, 119 Penggarap Lahan Sukaresmi Tuntut Keadilan dan Mediasi Terbuka

Tolak Pengosongan Paksa 3x24 Jam, 119 Penggarap Lahan Sukaresmi Tuntut Keadilan dan Mediasi Terbuka BOGOR, 15 Maret 2026 – Sidak Informasi Sebanyak 119 warga penggarap lahan eks PTPN VIII di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap surat perintah pengosongan lahan yang dilayangkan oleh PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Melalui surat pernyataan sikap tertanggal 14 Maret 2026, warga mengecam tindakan intimidasi administratif yang memberikan tenggat waktu hanya 3x24 jam untuk meninggalkan lahan garapan seluas 63 hektar tersebut. Perwakilan warga menyatakan bahwa instruksi pengosongan melalui surat nomor 18/BJA-LAND/III/2026 tersebut sangat tidak manusiawi dan mengabaikan fakta lapangan. Warga menegaskan bahwa mereka adalah masyarakat pribumi yang menggarap lahan dengan itikad baik, bahkan mengeluarkan biaya mandiri sebesar Rp30.000 per meter untuk biaya garapan. "Kami warga masyarakat pribumi ingin diperlakukan dengan cara yang bai...

Ratusan Juta Rupiah Raib, Warga Muaragembong Diduga Ditipu Investasi Bodong yang Melibatkan Camat"

Ratusan Juta Rupiah Raib, Warga Muaragembong Diduga Ditipu Investasi Bodong yang Melibatkan Camat" BEKASI – Sidak Informasi.Harapan warga dan perangkat desa di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, untuk mendulang profit instan berakhir tragis. Aplikasi investasi OpalPX yang mereka ikuti resmi tumbang, meninggalkan kerugian masif yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Skandal ini kian memanas setelah nama Camat Muaragembong terseret dan diduga kuat menjadi motor penggerak rekrutmen anggota. Modus Operandi: Iming-iming Profit Harian dalam Skema Ponzi OpalPX beroperasi dengan menjanjikan keuntungan harian dari sesi perdagangan (trading). Hanya dengan modal awal Rp1,8 juta, investor diiming-imingi profit sebesar 1 USD (sekitar Rp16.800) per sesi. Dengan frekuensi dua kali sehari, peserta dijanjikan pendapatan tetap Rp33.600 per hari. Seorang korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menyetorkan uang tunai melalui oknum Satpol PP berinisial K. "Du...

Dugaan Catut Nama dan Rampas Aset Klien, Oknum Leader Agent Properti di Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Catut Nama dan Rampas Aset Klien, Oknum Leader Agent Properti di Bekasi Dilaporkan ke Polisi BEKASI – Sidak Informasi.Kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan perampasan aset menimpa Bapak Ridwan Muttakin dan Ibu Sunarti. Kuasa hukum korban dari kantor hukum Adv. H. AL secara resmi melaporkan seorang oknum leader agen properti berinisial AS ke pihak kepolisian.  Laporan ini terkait dugaan penjualan rumah secara ilegal di Perumahan Mutiara Puri Harmoni 3, Desa Jaya Mulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kronologi: Berawal dari Pinjaman, Berujung Intimidasi Perampasan Aset. Kasus ini bermula saat Ibu Sunarti membutuhkan dana untuk biaya sekolah anak dan meminta bantuan kepada atasannya, saudara Ari Saputra (AS), seorang leader di agen properti "New Win Star" Yang Telah Bekerja Sama Dengan Developer Vista Land Group "Perum. Mutiara Puri Harmoni 3 Di Desa Jaya Mulya Kec. Serang Baru". AS kemudian merekomendasikan Sunarti kepada pihak ...