Kondisi Hilir Citarum Memprihatinkan: Muara Gembong Alami Pendangkalan Ekstrem dan Penumpukan Sampah
Kondisi Hilir Citarum Memprihatinkan: Muara Gembong Alami Pendangkalan Ekstrem dan Penumpukan Sampah
BEKASI – Sidak Informasi.Kondisi lingkungan di wilayah hilir Sungai Citarum, tepatnya di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, dilaporkan mencapai titik kritis. Berdasarkan pantauan lapangan pada Minggu (2/2/2026), terjadi penyempitan aliran sungai dan pendangkalan ekstrem yang membentang dari titik ujung Muara Desa Pantai Mekar hingga ke garis pantai.
Warga setempat, Oman Cahes, mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait hambatan akses air menuju laut. Menurutnya, aliran sungai yang bersumber dari titik di belakang Polsek Muara Gembong kini tidak lagi mampu mengalirkan air secara optimal akibat sedimentasi yang masif.
"Kondisinya sangat dangkal. Bahkan di beberapa titik, daratan baru akibat sedimentasi sudah terlihat jelas dan cukup luas, hingga menyerupai lapangan bola," ujar Oman saat ditemui di Desa Pantai Mekar, Minggu (2/2).
Selain masalah pendangkalan, tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang pinggiran muara turut memperburuk sanitasi dan estetika lingkungan. Ironisnya, saat wilayah hulu dan tengah dilanda banjir, kawasan hilir di Muara Gembong justru mengalami sumbatan aliran yang berisiko merusak ekosistem pesisir dan mengancam mata pencaharian nelayan lokal.
Mendesak Normalisasi dan Respons Pemerintah
Merespons kondisi tersebut, warga mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera melakukan langkah konkret melalui normalisasi sungai. Masalah serupa dilaporkan juga terjadi di beberapa titik muara lainnya, meliputi Muara Jaya, Muara Bendera, dan Muara Lawan.
Masyarakat menaruh harapan besar agar laporan ini mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat, hingga Pj Bupati Bekasi. Selain itu, warga menuntut proaktifnya aparatur pemerintahan tingkat bawah—mulai dari RT, RW, BPD, hingga Camat—dalam melaporkan kondisi darurat ini ke tingkat pusat.
"Kami memohon kepada aparatur pemerintahan untuk segera membuat laporan resmi. Jangan sampai pimpinan di atas tidak mengetahui kondisi ini karena minimnya informasi dari bawah. Muara Gembong butuh pembenahan segera agar kembali tertata dan berfungsi dengan baik," tegas Oman.
Hingga saat ini, warga masih menunggu respons serta tindakan nyata dari pihak terkait, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, untuk melakukan peninjauan lokasi dan pengerukan sedimentasi guna memulihkan fungsi vital aliran sungai menuju laut.(Agung)