Bukannya Untung Malah Buntung: Puluhan Warga dan Perangkat Desa Muaragembong Diduga Jadi Korban Investasi Bodong OpalPX
Bukannya Untung Malah Buntung: Puluhan Warga dan Perangkat Desa Muaragembong Diduga Jadi Korban Investasi Bodong OpalPX
MUARAGEMBONG –Sidak Informasi Nasib nahas menimpa puluhan warga serta perangkat desa di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Alih-alih mendapatkan keuntungan dari investasi saham melalui aplikasi OpalPX, mereka justru merugi hingga ratusan juta rupiah. Dugaan keterlibatan oknum pejabat kecamatan dalam perekrutan anggota pun mencuat ke permukaan.
Berdasarkan penelusuran tim investigasi media pada Minggu (01/03/2026),
aplikasi OpalPX yang dijanjikan memberikan profit harian tersebut kini sudah tidak dapat diakses dan diduga kuat merupakan investasi bodong.
Kronologi Penipuan
Salah satu korban yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa ia tergiur bergabung setelah ditawari oleh kerabatnya yang bekerja di bagian pelayanan kecamatan. Ia kemudian diarahkan kepada seorang oknum Satpol-PP berinisial K.
"Saya menyetorkan uang tunai sebesar Rp1,8 juta kepada K. Dugaan saya, saudara K ini bergerak atas arahan pimpinan di kecamatan," ujar korban.
Modus yang ditawarkan tergolong menggiurkan: dengan investasi awal Rp1,8 juta, peserta dijanjikan bunga satu dolar AS (setara Rp16.800) per sesi perdagangan. Dalam sehari, terdapat dua kali jadwal trading (pukul 12:10 dan 20:10), sehingga total janji keuntungan mencapai Rp33.600 per hari. Namun nyatanya, janji tersebut hanya isapan jempol. "Boro-boro untung, modal pun hilang. Sekarang aplikasinya sudah mati, tidak bisa dibuka lagi," keluhnya.
Keterlibatan Oknum Pejabat
Kecurigaan korban semakin kuat karena para investor dimasukkan ke dalam grup WhatsApp khusus warga Muaragembong yang dikelola oleh oknum Camat berinisial S dan oknum Satpol-PP berinisial K sebagai admin.
Bahkan, terdapat rencana ambisius untuk mendirikan kantor sekretariat atau cabang OpalPX di wilayah Muaragembong, tepatnya di sebuah padepokan santri, guna mengembangkan jaringan dan meningkatkan level investasi para anggotanya.
Tanggapan Pihak Kecamatan
Hingga berita ini diturunkan, oknum Satpol-PP berinisial K belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, Camat Muaragembong, Dr. H. Sukarmawan, M.Pd., saat dikonfirmasi via telepon seluler, memberikan jawaban singkat terkait isu yang menyeret namanya.
"Jika butuh penjelasan yang sebenarnya, silakan datang ke ruangan saya besok hari Senin jam 09.00 WIB. Saya akan jelaskan semuanya agar tidak terjadi fitnah," tegas Sukarmawan melalui pesan singkat.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan keuntungan tidak wajar yang mencatut nama pejabat atau instansi tertentu.(Agung)