-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Irigasi P3-TGAI di Weninggalih Diduga Tabrak Spesifikasi dan Abaikan K3

Selasa, 07 Juli 2026 | Juli 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-07T06:48:01Z
Proyek Irigasi P3-TGAI di Weninggalih Diduga Tabrak Spesifikasi dan Abaikan K3


BOGOR – Sidak Informasi.Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, menuai sorotan tajam. Proyek peningkatan jaringan irigasi Jatinunggal senilai Rp195.000.000 dari APBN TA 2026 ini diduga kuat dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis kedalaman galian dan mengabaikan keselamatan pekerja (7/72026)

Proyek yang berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan dilaksanakan secara swakelola oleh P3A Tirta Jaya Citapen ini, terpantau melakukan tebang pilih dalam proses penggalian fondasi irigasi.

Galian Fondasi Tebang Pilih, Alasan Faktor Batu
Berdasarkan investigasi dan konfirmasi langsung dengan pekerja di lokasi, terdapat bentangan sepanjang kurang lebih 20 meter yang sama sekali tidak dilakukan penggalian bawah. Fondasi irigasi setinggi 80 cm dan lebar 30 cm tersebut langsung dibangun di atas permukaan tanah tanpa dasar galian yang masuk ke dalam.

Saat dikonfirmasi, pekerja berdalih bahwa area yang tidak digali tersebut disebabkan oleh kondisi tanah yang keras dan berbatu.
"Di sana digali, di sini enggak digali. Kalau ini digali lagi kan (tingginya) lebih. Batas yang enggak digali kira-kira 20 meter karena bawahnya itu batu," ujar salah satu pekerja di lokasi.

Padahal, secara teknis, kekuatan struktur bangunan irigasi sangat bergantung pada kedalaman galian fondasi agar tidak mudah tergerus arus air atau longsor. Pembiaran bentangan sepanjang 20 meter tanpa galian ini memicu pertanyaan besar terkait pengawasan dari pihak dinas terkait.

Jumlah Pekerja Simpang Siur, K3 Diabaikan Total
Sektor keselamatan kerja juga menjadi catatan merah. Sebanyak 11 pekerja yang terlihat aktif di lapangan kedapatan bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sama sekali, seperti helm proyek maupun sepatu pengaman (safety shoes).
Ironisnya, terdapat simpang siur mengenai jumlah tenaga kerja. Logistik lapangan mencatat ada 11 orang yang bekerja, namun menurut pengakuan salah satu pekerja, total rombongan seharusnya berjumlah 15 orang. Seluruhnya dibiarkan bekerja dalam kondisi rentan kecelakaan kerja tanpa pelindung pengaman yang memadai.

Ketua P3A "Menghilang" dari Lokasi
Hingga berita ini diturunkan, Ketua P3A Tirta Jaya Citapen, Enjun, selaku penanggung jawab utama pelaksanaan swakelola di lapangan, tidak berada di lokasi proyek untuk memberikan penjelasan resmi. Absennya pelaksana di lapangan memperkuat kesan lemahnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana stimulus negara tersebut.

Masyarakat berharap BBWS Citarum dan Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA segera turun ke lapangan guna mengevaluasi total proyek irigasi Jatinunggal ini sebelum masa pelaksanaan 45 hari kalender selesai.(Rnt)
×
Berita Terbaru Update