JAKARTA – Sidak Informasi.Sistem pengamanan ajang tahunan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 mendapat sorotan tajam. Protokol keamanan di tengah padatnya arus pengunjung dinilai lemah setelah aksi kriminalitas kembali memakan korban.Seorang mahasiswi asal Bogor kehilangan ponsel pintar senilai belasan juta rupiah saat mengunjungi area pameran pada Jumat malam (10/7/2026).
Korban, Kinanti Putri Rahayu (24), warga Jonggol, Kabupaten Bogor, kehilangan satu unit iPhone 15 (128 GB) berwarna pink. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di area Hall C, tepat di depan stan Indofood. Peristiwa berlangsung sangat cepat. Hanya dalam hitungan Detik setelah ditaruh di saku celana pasca-bertransaksi, ponsel tersebut raib digondol pencopet.
Kronologi Kejadian dan Kerugian Korban
Berdasarkan dokumen Laporan Kehilangan Barang (LKB) dari Departemen Security Jakarta International Expo (JIExpo) serta Surat Tanda Bukti Penerimaan Laporan dari Polsek Kemayoran nomor LP/B/347/VII/2026/SPKT/POLSEK KEMAYORAN, korban baru menyadari ponselnya hilang setelah selesai membayar jajanan.
"Waktu membayar, HP ditaruh di kantong. Saat dicek kembali beberapa Detik kemudian, HP sudah tidak ada," ujar Kinanti.
Akibat insiden ini, korban mengalami kerugian materiil mencapai Rp16.499.000
Untuk mempersempit ruang gerak penadah di pasar gelap, pihak korban resmi merilis nomor identitas perangkat (IMEI) yang hilang:
IMEI 1: 351713514439226
IMEI 2: 35171351437150
Desakan dari Pihak Keluarga
Peristiwa ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga korban. Endang Rante, orang tua korban yang juga merupakan Pimpinan Redaksi Media Sidak Informasi, menyatakan kekecewaan beratnya terhadap manajemen pengelola Jakarta Fair. Ia mendesak pihak keamanan untuk bertanggung jawab penuh atas keselamatan pengunjung.
"Kejadian ini benar-benar membuat kami sekeluarga terpukul dan kecewa berat. Ponsel belasan juta rupiah hilang begitu saja dalam hitungan Detik di tempat pameran resmi. Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan mendesak panitia untuk meningkatkan jumlah personel keamanan, baik yang berseragam maupun yang menyamar," tegas Endang Rante.
Polisi Selidiki Kasus, Sinyal Perangkat Dilacak
Pasca-kejadian, korban langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan JIExpo sebelum akhirnya resmi melapor ke Polsek Kemayoran pada pukul 21.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, sinyal perangkat tersebut masih terus dilacak oleh pihak berwajib namun belum membuahkan hasil. Kasus pencurian ini kini berada di bawah penanganan intensif Unit Reserse Kriminal Polsek Kemayoran untuk mengidentifikasi pelaku yang saat ini masih dalam proses penyelidikan (lidik).
Insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen pengamanan JFK 2026. Publik kini mendesak adanya peningkatan kewaspadaan serta penambahan personel keamanan—baik yang berseragam maupun berpakaian preman (intel)—di titik-titik rawan dalam Hall pameran guna mengantisipasi komplotan spesialis copet yang memanfaatkan situasi keramaian.(Tim)