BOGOR – Proyek normalisasi irigasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, disoroti oleh seorang tokoh pemuda Bogor Timur, Heru.
Heru menduga adanya kejanggalan pada pengerjaan proyek, terutama dalam pembangunan tiang penyangga talang di Kampung Mengker. Ia menemukan bahwa pengadukan beton dilakukan secara manual, bukan menggunakan batching plant yang sesuai standar.
Heru juga mempertanyakan kualitas material, minimnya pengawasan dari konsultan jasa dan BBWS, serta kedalaman galian tiang yang dinilai tidak memadai. Ia menduga bahwa proyek ini tidak menyertakan anggaran yang jelas sehingga kualitasnya diragukan. Akibat pengadukan manual, tidak ada uji laboratorium untuk menjamin kualitas beton, yang menimbulkan kecurigaan bahwa pekerjaan tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Hingga saat ini, pihak BBWS Citarum belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kejanggalan yang disampaikan Heru. Heru merasa terpanggil untuk berperan sebagai kontrol sosial guna memastikan proyek perbaikan talang tersebut berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan kualitas yang baik. Sorotan ini telah menempatkan pelaksanaan proyek di bawah pengawasan publik.