Klarifikasi Kapolsek Jonggol: Mobil Suzuki Carry Dibawa Pulang Pemiliknya Sendiri
BOGOR –Sidak Informasi .Kapolsek Jonggol, Kompol Hida, mengklarifikasi rumor yang beredar perihal dugaan hilangnya satu unit mobil Suzuki Carry Pick Up di area Mapolsek Jonggol. Kompol Hida menegaskan bahwa kendaraan tersebut tidak hilang, melainkan telah dibawa pulang oleh pemilik sahnya sesaat setelah insiden.
Kronologi Kejadian:
Pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB, beberapa orang yang mengaku wartawan (At, Yf, B, Ak) datang ke Polsek Jonggol dengan membawa satu unit Suzuki Carry Pick Up biru yang diduga mengangkut jeriken berisi BBM eceran. Mereka juga membawa satu orang pengemudi.
Hampir bersamaan, pemilik mobil berinisial D dan U datang. Sempat terjadi ketegangan di parkiran Polsek saat U berusaha mengambil kunci mobil dari salah satu oknum media. Ketika anggota Polsek melerai, U berhasil masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin, dan langsung meninggalkan lokasi Polsek bersama kendaraannya.
Polsek Belum Menerima Laporan Resmi:
Kompol Hida menjelaskan bahwa pihak Polsek Jonggol belum sempat menerima penyerahan kendaraan atau laporan resmi terkait dugaan tindak pidana tersebut. "Baik pemilik kendaraan maupun diduga oknum media yang membawa kendaraan pick up tersebut ke Polsek telah meninggalkan begitu saja lokasi Polsek," ujarnya. Akibatnya, polisi belum sempat memastikan muatan jeriken di dalam mobil tersebut.
Ia membantah keras tudingan bahwa Polsek menolak laporan. "Polsek Jonggol tidak pernah menolak laporan dari siapapun," tegasnya.
Ketegasan Polsek Berantas BBM Subsidi:
Kapolsek menambahkan, jajarannya serius memberantas penyalahgunaan BBM bersubsidi. Sekitar dua minggu sebelumnya, Polsek Jonggol telah mengamankan satu unit kendaraan modifikasi berkapasitas 1.000 liter yang berisi 800 liter BBM jenis Solar bersubsidi. Kasusnya telah dilimpahkan ke Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Bogor.
Imbauan Kapolsek:
Kompol Hida mengimbau pedagang bensin eceran untuk tidak memperdagangkan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Ia menyarankan agar hanya menjual BBM jenis Pertamax saja.(Rnt)