Menteri Sosial Kunjungi Warga Tanjung Sari, Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan dan Perluasan Bansos
TANJUNG SARI – Sidak Informasi. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengunjungi warga di Kecamatan Tanjung Sari pada Jumat (14/11/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program bantuan sosial (Bansos) terbaru dari pemerintah pusat sekaligus meresmikan program pemberdayaan ekonomi lokal bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dalam sambutannya di hadapan warga, Saifullah Yusuf menjelaskan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah bantuan dan perluasan penerima manfaat.
"Selama ini Bapak-Ibu menerima Rp600.000 untuk tiga bulan. Oleh Bapak Presiden, ditambah lagi Rp900.000. Maka Bapak-Ibu sekalian nanti akan mendapatkan total Rp1.500.000 untuk periode tiga bulan keempat ini," jelas Mensos.
Bantuan tambahan ini, yang disebut Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa atau BRTS, diharapkan dapat segera cair.
Tidak hanya penambahan nilai bantuan, pemerintah juga memperluas cakupan penerima manfaat.
"Penerima PKH dan BPNT selama ini sekitar 20 juta KPM. Sekarang, penerima BNTS, Sembako, dan PKH diperluas menjadi 35 juta KPM di seluruh Indonesia," tambah Gus Ipul, sapaan akrabnya.
Ia berharap perluasan ini juga akan menambah jumlah penerima manfaat di Kecamatan Tanjung Sari.
Data terkini di Kecamatan Tanjung Sari mencatat 2.857 KPM menerima PKH, 6.257 KPM menerima bantuan Sembako, dan 25.693 warga terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk BPJS Kesehatan, di mana iuran mereka dibayarkan penuh oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial.
Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Usai memberikan penjelasan mengenai Bansos, Mensos Saifullah Yusuf menekankan bahwa pemerintah ingin para KPM lebih berdaya dengan memiliki penghasilan tambahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program pelatihan keterampilan dengan bermitra bersama perusahaan swasta.
"Ini dalam rangka meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan bahan-bahan baku yang ada di sekitar tempat tinggal para penerima manfaat," ujar Mensos saat ditemui awak media.
Di Tanjung Sari, sebanyak 200 KPM akan dilatih untuk membuat tali dari bahan pelepah pisang. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan.
"Di daerah ini banyak pohon pisang, yang selama ini hanya daunnya yang dijual, sementara pelepahnya menjadi sampah. Sekarang pelepahnya kita manfaatkan dengan teknologi sederhana," papar Gus Ipul.
Program ini telah berjalan di berbagai tempat seperti Lumajang dan Probolinggo, dan beberapa produk bahkan berhasil menembus pasar ekspor. Pihak pembeli dari perusahaan mitra pun sudah siap menampung hasil produksi warga.
"Tujuannya adalah untuk menambah penghasilan keluarga penerima manfaat. Dengan adanya kegiatan ini, mereka tidak menganggur lagi dan memiliki pekerjaan yang bisa diikuti oleh siapapun selama memiliki kemauan," pungkasnya.(( Jajang Nurjaman )