BOGOR - Sabtu (8/11.)bukan alasan untuk berhenti menulis, justru menjadi momen terbaik untuk merenungkan kembali esensi profesi wartawan. Hal ini disampaikan oleh Saprol melalui pesan singkat WhatsApp, menyerukan para jurnalis untuk tetap berpegang teguh pada tanggung jawab dan panggilan jiwa mereka.
"Di balik setiap berita, ada tanggung jawab besar: menjaga nurani publik, menyuarakan yang tak bersuara, dan menyalakan cahaya di tengah kabut informasi," tegas Saprol.
Menurut Saprol, menjadi jurnalis bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan jiwa. Semangat ini yang membedakan profesi wartawan, di mana saat orang lain menikmati libur, jurnalis tetap sibuk mencari fakta, bertanya saat yang lain diam, dan menggali kebenaran yang disembunyikan.
"Meski dengan pena yang lelah, kamera yang panas, dan waktu yang sempit, kita terus berjuang," tambahnya.
Saprol menekankan dampak signifikan dari kerja keras jurnalis. Sebuah tulisan kecil, katanya, dapat menggerakkan hati besar, dan suara satu wartawan bisa menggugah seribu kesadaran.
"Teruslah menulis, teruslah peduli, karena dunia butuh jurnalis yang jujur, berani, dan setia pada nurani," pungkas Saprol, menutup pesannya dengan ucapan selamat Sabtu kepada rekan-rekan jurnalis, berharap semangat mereka tetap menyala di tengah riuh dunia.