Kapolres Jaksel Hadiri Perayaan Natal Gereja Bahtera Indonesia, Kombes Nicolas Ajak Jemaat Jaga Toleransi dan Kerukunan Nasional
Kapolres Jaksel Hadiri Perayaan Natal Gereja Bahtera Indonesia, Kombes Nicolas Ajak Jemaat Jaga Toleransi dan Kerukunan Nasional
Tempat: Gedung Patra 1, Jakarta Selatan."
Jakarta –Sidak Informasi.Perayaan Natal di Gereja Bahtera Indonesia berlangsung khidmat di Gedung Patra 1, Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/12/2025). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat kepolisian setempat, menegaskan sinergi antara umat beragama dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan kerukunan nasional.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipaly, S.I.K., M.H., hadir secara langsung dan menyampaikan sambutan inspiratif. Di hadapan jemaat serta perwakilan lintas agama yang turut hadir, Kombes Nicolas menekankan pentingnya semangat kerja, pemeliharaan sikap toleransi, dan kepatuhan terhadap hukum serta peraturan yang berlaku di Indonesia.
Dalam pesannya, Kombes Nicolas mengapresiasi semangat jemaat dan pengurus gereja, melandasi sambutannya pada ayat Alkitab yang berbunyi, "Kuatkan hati, jangan lemah semangat, karena ada upah bagi usahamu."
"Gereja Bahtera Indonesia akan selalu kuat hatinya dalam menghadapi misi menjalankan misi Kristus di tengah-tengah dunia ini, khususnya di Jakarta," ujar Kapolres.
Kapolres berharap Gereja Bahtera Indonesia dapat terus bertumbuh, berkembang, dan menampilkan wajah Kristus yang penuh kasih serta rendah hati di tengah masyarakat yang majemuk. Ia secara khusus menekankan pentingnya menjaga kerukunan nasional melalui sikap toleransi antarumat beragama.
"Yang paling utama kita harus jaga toleransi antarumat beragama. Kita wujudkan kasih Kristus dengan rendah hati dalam kehidupan kita," pesannya.
Lebih lanjut, Kombes Nicolas juga menyinggung perihal perizinan pendirian rumah ibadah di Jakarta Selatan, yang pelaksanaannya harus sesuai dengan aturan dan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang berlaku secara nasional.
"Apapun itu, kita harus jelaskan itu. Sebagai warga negara yang taat pada hukum, kita harus lakukan itu. Sesuai dengan aturan yang ada," tegasnya, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk jemaat gereja, untuk saling bergandengan tangan dan membangun satu sama lain sesuai amanat 1 Tesalonika 5 ayat 11.(Toni, Pokja Sabaraya)