Langsung ke konten utama

Roger Meles, Pemuda Asal Papua, Minta Presiden dan Kapolri Rangkul "Dekolektor" Asal Indonesia Timur

Roger Meles, Pemuda Asal Papua, Minta Presiden dan Kapolri Rangkul "Dekolektor" Asal Indonesia Timur


Bali – Sidak Informasi.Roger Meles, seorang pemuda asal Papua yang saat ini berdomisili di Jakarta dan sedang berada di Bali, merilis pernyataan video yang menyerukan keadilan dan pemahaman yang lebih baik terhadap profesi penagih utang atau dekolektor, menyusul insiden tragis yang menimpa dua anggota Persaudaraan Timuraya (Petir).

Dalam videonya, Meles mengungkapkan belasungkawa mendalam atas meninggalnya dua anggota Petir yang berprofesi sebagai penagih utang akibat penganiayaan. Ia mendesak pihak berwenang untuk bertindak tegas terhadap para pelaku.
"Pelaku-pelaku pengeroyokan itu harus ditangkap dan ditindak secara tegas," ujar Meles.

Pernyataan Meles berfokus pada upaya mengklarifikasi persepsi negatif masyarakat dan aparat keamanan terhadap profesi penagih utang. Ia menegaskan bahwa pemuda Indonesia Timur pada dasarnya adalah pribadi yang baik, kuat, ramah, dan ceria, namun terpaksa menekuni profesi tersebut karena tuntutan hidup dan kebutuhan akan pekerjaan yang menantang.
"Kami, kenapa bisa berprofesi sebagai matel atau dekolektor? Karena itu profesi yang sangat sulit, profesi yang menuntut integritas, intelijensi, dan kemudian akurasi," jelasnya.

Meles juga menekankan bahwa penagih utang bekerja berdasarkan data yang sah, disuplai oleh perusahaan pembiayaan yang telah mendapatkan izin dan dilindungi oleh undang-undang. Ia mengkritik stigma bahwa penagih utang adalah preman, dan meminta pemerintah, khususnya kepolisian, untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut.
"Sesungguhnya dekolektor itu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak semua orang bisa," tambahnya.

Menanggapi dinamika di lapangan, Meles mengusulkan agar kepolisian, perusahaan pembiayaan, dan perwakilan penagih utang duduk bersama untuk menyatukan persepsi dan memberikan informasi yang benar kepada publik guna mencegah salah paham di masa mendatang.

Secara politis, Meles berharap momentum ini dapat menghilangkan diskriminasi terhadap masyarakat Indonesia Timur. Ia mendukung penuh pernyataan Ketua Umum Petir, Emanuel Alex Kaju, yang menyerukan persatuan.
Pada akhir pernyataannya, Meles menyampaikan harapan agar Presiden, Kapolri, Panglima, dan para menteri dapat merangkul dan memberdayakan pemuda-pemuda perantau dari Indonesia Timur. Ia berharap adanya kesempatan untuk berdialog langsung, seperti halnya Presiden Jokowi yang pernah mengundang pengemudi ojek online makan bersama di Istana.

"Kami mencintai NKRI, kami mencintai kebersamaan, kami mendukung program-program pemerintah Republik Indonesia," tutup Meles, menyerukan agar pemuda Indonesia Timur dilibatkan dalam memajukan ekonomi bangsa dan menjaga keutuhan NKRI.(Yan)

Postingan populer dari blog ini

Tolak Pengosongan Paksa 3x24 Jam, 119 Penggarap Lahan Sukaresmi Tuntut Keadilan dan Mediasi Terbuka

Tolak Pengosongan Paksa 3x24 Jam, 119 Penggarap Lahan Sukaresmi Tuntut Keadilan dan Mediasi Terbuka BOGOR, 15 Maret 2026 – Sidak Informasi Sebanyak 119 warga penggarap lahan eks PTPN VIII di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap surat perintah pengosongan lahan yang dilayangkan oleh PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Melalui surat pernyataan sikap tertanggal 14 Maret 2026, warga mengecam tindakan intimidasi administratif yang memberikan tenggat waktu hanya 3x24 jam untuk meninggalkan lahan garapan seluas 63 hektar tersebut. Perwakilan warga menyatakan bahwa instruksi pengosongan melalui surat nomor 18/BJA-LAND/III/2026 tersebut sangat tidak manusiawi dan mengabaikan fakta lapangan. Warga menegaskan bahwa mereka adalah masyarakat pribumi yang menggarap lahan dengan itikad baik, bahkan mengeluarkan biaya mandiri sebesar Rp30.000 per meter untuk biaya garapan. "Kami warga masyarakat pribumi ingin diperlakukan dengan cara yang bai...

Ratusan Juta Rupiah Raib, Warga Muaragembong Diduga Ditipu Investasi Bodong yang Melibatkan Camat"

Ratusan Juta Rupiah Raib, Warga Muaragembong Diduga Ditipu Investasi Bodong yang Melibatkan Camat" BEKASI – Sidak Informasi.Harapan warga dan perangkat desa di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, untuk mendulang profit instan berakhir tragis. Aplikasi investasi OpalPX yang mereka ikuti resmi tumbang, meninggalkan kerugian masif yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Skandal ini kian memanas setelah nama Camat Muaragembong terseret dan diduga kuat menjadi motor penggerak rekrutmen anggota. Modus Operandi: Iming-iming Profit Harian dalam Skema Ponzi OpalPX beroperasi dengan menjanjikan keuntungan harian dari sesi perdagangan (trading). Hanya dengan modal awal Rp1,8 juta, investor diiming-imingi profit sebesar 1 USD (sekitar Rp16.800) per sesi. Dengan frekuensi dua kali sehari, peserta dijanjikan pendapatan tetap Rp33.600 per hari. Seorang korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menyetorkan uang tunai melalui oknum Satpol PP berinisial K. "Du...

Dugaan Catut Nama dan Rampas Aset Klien, Oknum Leader Agent Properti di Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Catut Nama dan Rampas Aset Klien, Oknum Leader Agent Properti di Bekasi Dilaporkan ke Polisi BEKASI – Sidak Informasi.Kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan perampasan aset menimpa Bapak Ridwan Muttakin dan Ibu Sunarti. Kuasa hukum korban dari kantor hukum Adv. H. AL secara resmi melaporkan seorang oknum leader agen properti berinisial AS ke pihak kepolisian.  Laporan ini terkait dugaan penjualan rumah secara ilegal di Perumahan Mutiara Puri Harmoni 3, Desa Jaya Mulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kronologi: Berawal dari Pinjaman, Berujung Intimidasi Perampasan Aset. Kasus ini bermula saat Ibu Sunarti membutuhkan dana untuk biaya sekolah anak dan meminta bantuan kepada atasannya, saudara Ari Saputra (AS), seorang leader di agen properti "New Win Star" Yang Telah Bekerja Sama Dengan Developer Vista Land Group "Perum. Mutiara Puri Harmoni 3 Di Desa Jaya Mulya Kec. Serang Baru". AS kemudian merekomendasikan Sunarti kepada pihak ...