Dua Tahun Omset Anjlok, Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Jonggol Tercekik Biaya Kontrakan dan Kebutuhan Rumah Tangga
Dua Tahun Omset Anjlok, Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Jonggol Tercekik Biaya Kontrakan dan Kebutuhan Rumah Tangga
JONGGOL, – Sidak Informasi.Kondisi memprihatinkan dialami sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggantungkan hidup di kawasan Alun-Alun Jonggol, Kabupaten Bogor. Para pedagang mengeluhkan penurunan omset drastis yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir, hingga mengancam keberlangsungan usaha dan kebutuhan rumah tangga mereka.
Berdasarkan penuturan salah satu pedagang di lokasi, penurunan daya beli masyarakat dan sepinya pengunjung menjadi faktor utama merosotnya pendapatan. Hal ini berbanding terbalik dengan biaya hidup yang terus merangkak naik.
"Sudah hampir dua tahun ini terasa sekali, mas. Omset turun drastis, tidak sebanding dengan modal. Mau bayar sewa tempat dagang saja susah, apalagi kontrakan rumah juga nunggak," ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Jumat (3/4/2026).
Situasi ini semakin berat bagi para pelaku usaha kecil, karena mereka juga harus menanggung risiko rumah tangga, termasuk kebutuhan harian keluarga yang mendesak. "Kalau dagangan sepi, kami bingung buat beli beras, apalagi bayar kontrakan. Mau pindah usaha lain juga modal tidak ada," tambahnya.
Fenomena ini mencerminkan dinamika sektor informal di Kabupaten Bogor yang masih berjuang pulih pasca-pandemi dan menghadapi tantangan ekonomi makro. Para pedagang berharap pemerintah setempat dapat memberikan perhatian khusus, baik dalam bentuk pembinaan, penataan lokasi, maupun bantuan stimulan modal usaha, agar ekonomi mikro di kawasan Alun-Alun Jonggol kembali bergeliat.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang tetap bertahan berjualan dengan harapan ada peningkatan kunjungan warga ke Alun-Alun Jonggol pada momen-momen tertentu.(Red)