BBM Langka di Ujung Bekasi, Nelayan Muara Gembong Tercekik Harga Pengecer
MUARA GEMBONG – Sidak Informasi. Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis solar melanda para nelayan di Muara Gobong, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Jarak SPBU yang jauh memaksa nelayan bergantung pada tengkulak dengan harga yang jauh di atas ketetapan pemerintah.
Berdasarkan penelusuran pada Selasa (5/5/2026), ketergantungan pada pemasok ilegal ini memicu tingginya biaya operasional, yang secara langsung menggerus pendapatan para nelayan pesisir.
"Sulit sekali mendapatkan solar resmi. Terpaksa beli di pengecer dengan harga mencekik. Kalau tidak begitu, kami tidak bisa melaut," keluh salah satu nelayan setempat.
Praktik penjualan solar oleh oknum di wilayah tersebut diduga kuat melanggar aturan distribusi BBM bersubsidi. Namun, minimnya akses dan fasilitas pengisian bahan bakar membuat nelayan terjebak dalam situasi ini.
Menyikapi persoalan menahun tersebut, nelayan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dan PT Pertamina untuk segera mengambil tindakan tegas. Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) atau SPBU khusus di Muara Gembong dinilai menjadi solusi mutlak.
"Kami meminta Pemda bekerja sama dengan Pertamina untuk membangun SPBN di sini. Tujuannya agar nelayan mudah mendapatkan solar dengan harga resmi, sehingga biaya operasional tidak membengkak," tegasnya.
Pembangunan fasilitas pengisian bahan bakar di lokasi strategis pesisir Muara Gembong menjadi mendesak untuk memutus rantai ketergantungan terhadap tengkulak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di ujung utara Bekasi.(Agung)